Sat. Jun 13th, 2026

Artikel singkat ini saya buat sengaja untuk anak muda Indonesia. Yang teramat saya cintai, calon pemilik masa depan Indonesia. Niscaya ini akan jadi pemantik kesadaran pentingnya belajar di kehidupan nyata.

Karena ironis, yang paling agamis justru menciderai para santriwati, yang jadi pemimpin bukan jadi teladan justru korupsi, yang pintar justru tergantung lowongan kerja lalu jadi pengangguran dan lainnya.

Pendidikan bukan sekedar agar otak dipenuhi dengan ribuan teori iptek, bukan sekedar agar dapat nilai terbaik di kelas, juga bukan sekedar agar dapat gelar akademik berjejer menghiasi namanya.

Agar anak muda bisa dapat ilmu hikmahnya, berikut ini kisah nyata pertanyaan mendasar, tentang pendidikan ala kehidupan nyata yang sedang dirindukan di era sekarang dan masa mendatang.

1). Mampukah kita menghadapi kesulitan di kelopak mata, untuk biaya hidup hari esok saja masih bingung karena jadi pengangguran. Untuk keberlangsungan keluarga yang sejahtera belum cukup. Padahal saat wisuda IPK 3,5 lebih ?

2). Mampukah kita bisa bertanggumg jawab atas amanah yang diberikan oleh atasan, oleh negara, oleh masyarakat luas. Apalagi jika kita melanggar hukum mampukah bertanggung jawab sepenuhnya sebagai pemimpin?

3). Mampukah kita bekerja sama dengan sekitarnya. Faktanya banyak orang pintar teknis hingga jadi pakar tapi gagal saat dapat amanah jadi pemimpin. Bukankah mustahil kesuksesan besar bisa diraih jika tanpa orkestrasi pihak lain jumlah banyak ?

4). Mampukah kita sebagai manusia menjabarkan bahwa makna sebaik-baiknya manusia adalah yang bermanfaat buat orang lain. Bukankah teramat banyak tontonan non tuntunan berita yang kontra produktif di media sosial saat ini?

Di sinilah letak hakikat sesungguhnya peran pendidikan yang pada dasarnya tanggung jawab perorangan dalam upaya membekali diri, keluarga asih asuh asah, sekolah maupun kampus, tokoh agama maupun masyarakat dan pemerintahnya.

Ilmu hikmahnya, ternyata pendidikan formal saja tidak cukup. Pintar nilai tinggi saja juga tidak cukup. Menyalahkan guru, dosen, sekolah dan kampus ternyata justru itu paling salah fatal. Terbentuknya karakter dan kapasitas jadi terpercaya banyak sebabnya.

Mungkin perlu mawas diri kenapa orang hebat terlahir bukan dari yang dapat kemudahan berlebihan. Justru anak yang dapat kesempatan mengatasi kesulitannya sejak kecil, mereka umumnya yang jadi hebat misal pemimpin amanah, konglomerat, mereka terdidik di pendidikan ala kehidupan.

Salam Inovasi 🇮🇩

Wayan Supadno

Pak Tani

HP 081586580630

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *