Wayan Supadno
Kita yang sudah jadi pebisnis, mari kita berpartisipasi proses regenerasi profesi kita sebagai pelaku bisnis ke adik-adik kita. Praktisi Mengajar, itu sangat penting. Membedah kisah cara-caranya mengawali bisnis kita dulu.
Pengalaman kita sangat dibutuhkan untuk didengar, disarikan dan direplikasikan ala amati tiru modifikasi (ATM) oleh adik-adik mahasiswa atau anak muda lainnya.
Empiris saya sendiri, dulu berani bernyali dan bisa mengawali bisnis, karena ada pebisnis yang selalu berkisah kepada saya. Selalu saya amati perilakunya para pebisnis senior, lalu saya latah dan ketularan hingga sekarang.
Saya ingat persis bahwa dulu berawal semua saya kerjakan sendiri. Karena terlalu sibuk, akhirnya saya merekrut beberapa orang, terus bertambah. Hingga saat ini di atas 500 orang yang gabung di usaha saya.
Andikan karena kita berkolaborasi, lalu terlahir pebisnis baru hanya merekrut 100 orang saja/pebisnis, jumlah pebisnis baru anggap 100.000 orang, maka setara cipta lapangan kerja 10 juta orang naik daya belinya.
Begitu juga serapan hasil penelitian (invensi) para peneliti, jika kita serap berkolaborasi pebisnis dan peneliti, niscaya invensi akan jadi inovasi membumi, bermanfaat nyata untuk Ibu Pertiwi.
Kalau bukan kita yang sudah menjalani duluan jadi pebisnis kenyang jatuh bangun membangun bisnis kita, untuk menular-nularkan pengalaman ke mereka adik-adik kita, lalu siapa?
Kalau bukan sekarang, mau kapan lagi, kita tahu kenapa banyak yang miskin, menganggur dan daya beli rendah itu akibat kurangnya jumlah pebisnis di negeri kita pencipta lapangan kerja, lalu kapan lagi?
Tiada kata terlambat untuk mengawali bisnis. Tiada istilah harus bermodal besar untuk mengawali bisnis. Tiada istilah harus pintar dan gelar akademiknya berjejer, baru bisa mengawali bisnis.
Sekarangpun bisa, dengan apa adanya tak ubahnya naik sepeda motor tanpa harus menunggu punya sepeda motor sendiri baru mulai naik sepeda motor dan ilmunya dapat setelah atau sambil dijalani bisnisnya.
Siaap Grak,
Majuuu Jalan !
Salam Inovasi 🇮🇩
Wayan Supadno
Pak Tani