Wed. Jun 17th, 2026

Belajar ilmu hikmah sangat penting, apalagi bagi seorang praktisi bisnis. Agar tidak mengulangi kesalahan orang lain. Tinggal latah dan mengembangkan suksesnya orang lain.

Kisah gagal dan sukses, selalu jadi pembelajaran ilmu kehidupan, tentang ilmu hikmah, menandai (niteni/bahasa jawa) dan mengamati. Tak ubahnya proses penelitian para peneliti.

Pentingnya Ekosistem Bisnis.

Banyak pelaku usaha pemula bahkan sebagian juga sudah puluhan tahun usahanya sudah berjalan. Tapi seperti jalan di tempat dan pemiliknya terlalu sibuk.

Yang terjadi seperti superman, bukan superteam. Kelelahan sendiri. Tiada waktu dan energi untuk kegiatan non bisnis. Bahkan tak jarang yang berlarut kerja lupa keluarga.

Tapi ada juga pemilik perusahaan begitu cepat melesat usahanya. Tiada terkesan sibuk, bahkan pemilik jalan-jalan tapi usaha tetap jalan produktif siang malam. Usaha pabriknya sibuk produktif tanpa kenal lelah, karena dikerjakan banyak orang dengan bagi waktu dan tugas. Pemilik perusahaan, hapi asik kegiatan lain non bisnis.

Keduanya beda, pertama usaha dikelola oleh diri sendiri tanpa membangun ekosistem bisnisnya. Kedua, usaha dikelola oleh tim manajemen dengan ekosistem bisnis.

Ruang lingkup tugas dan tanggung jawab pekerjaan rutin dibagikan kepada para pekerjanya. Terpimpin dengan baik tiap kelompok kerjanya, mulai pengawas hingga manajer.

Satu dengan lainnya dibentuk saling terkait dan terikat. Agar bersinergis. Tugas perorangan hingga tugas kelompok/divisi/ bagian. Hingga pengusaha pemilik usaha, tiada punya tugas lagi.

Konkretnya, mulai cari bahan baku, pembelian, pembayaran, operasional, pemasaran, keuangan dan seterusnya dibentuk tim kerja. Pemiliknya hingga jadi pengangguran.

Ilmu hikmahnya, jika semua bagian sudah dikerjakan oleh para ahli di bidangnya. Pemasaran dikerjakan oleh masternya, keuangan dikerjakan oleh akuntannya dan seterusnya. Niscaya semua beres.

Pengelola usaha pasti ingin usaha berkembang agar tetap punya pekerjaan, ingin agar omzet dan laba naik. Agar gajipun ikut naik. Pengusaha pemilik usaha, cukup terima beres, menikmati buah dari rintisan bisnisnya dulu.

Salam Inovasi 🇮🇩

Wayan Supadno

Pak Tani

HP 081586580630

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *