Wayan Supadano
Pilar pertumbuhan ekonomi meliputi konsumi rumah tangga, belanja negara, investasi swasta dan surplus perdangan global (net ekspor). Karakter di Indonesia 54% karena belanja rumah tangga.
Saat ini pertumbuhan ekonomi Indonesia patut disyukuri 5,61% tertinggi di anggota G20 dan tergolong tinggi di Asean hanya kalah dengan Vietnam. Inflasi juga normal 2%, rasio utang negara juga 40% PDB.
Tumbuh 5,61% berasal dari naiknya belanja negara 21%. Untuk MBG dan investasi hilirisasi. Lalu jadi “stimulus dari belanja pemerintah” kepada para investor swasta secara masif saat ini.
Agar mudah dapat ilmu hikmah, berikut ini kajian fakta lapangannya ;
“Proses Pertumbuhan Ekonomi”
Pertumbuhan ekonomi Indonesia selalu naik signifikan saat Hari Raya Idul Fitri dan Natal Tahun Baru. Disebabkan oleh belanja rumah tangga anggarannya dinaikkan. Permintaan bahan pangan naik.
Ini bukti konsumsi rumah tangga naik jadi sebab naiknya pertumbuhan ekonomi riil yang terdeteksi di BPS. Bukan rekayasa. Sama halnya saat serentak ada MBG pada naik konsumsi rumah tangganya.
Konkretnya butuh 47 relawan dan 3 orang meliputi Kepala SPPG, Ahli Gizi, Akuntan. Ditambah 3 pengurus koperasi. Total 53 orang/SPPG dapat lapangan kerja, tentu dapat penghasilan. Lalu dibuat belanja di keluarganya.
Karena ada mitra investor yang membangun SPPG maka butuh dana Rp 3 miliar/titik. Konsekuensi logisnya 30% dari itu jadi hak upah tukang, sisanya belanja toko bangunan juga butuh gajian (upah).
Begitu juga saat sudah “running well” anggaran belanja Rp 20 an juta/hari bahan baku pangan. Ini berasal dari petani, peternak, nelayan dan UMKM. Punya hasil dari investasinya, daya beli konsumsi kelurga naik.
Tidak berhenti di situ saja. Petani butuh pupuk maka pabrik pupuk hidup. Peternak ayam butuh pakan maka pabrik pakan dapat omzet. Kendaraan angkutan dan perusahaan leasing panen raya orderan juga.
Kesemuanya jadi naik konsumsi rumah tangga. Itu baru tiap SPPG, bagaimana jika 30.000 SPPG beberapa bulan lagi. Itulah sebabnya Perusahaan Djarum Group invest peternakan sapi dan banyak pengusaha investasi ayam petelur maupun pedaging.
Salam Bermanfaat 🇮🇩
Wayan Supadno
Pak Tani
HP 081586580630