Dalam beberapa bulan ini saya sangat padat jadwal undangan ke lokasi lihat lahan kaitan agroklimat yang cocok ditanam pisang, jeruk dan lainnya. Zoom meeting, juga berulang kali.Kesemuanya membahas rencana investasi buah tropis. Perihal rencana investasi agro inovatif. Guna mengoptimalkan hasil dan meniminalkan risiko investasi.
Pada ramai invest kebun buah tropis dan ternak ayam baik petelur maupun pedaging. Sangat terkait dengan tingginya permintaan pasar yang diciptakan oleh MBG (Makan Bergizi Gratis).
Sangat saya syukuri pesanan bibit Jeruk Chokun Madu dan Pisang sangat banyak. Begitu juga pesanan ZPT Hormax, Pupuk Organik Organox dan Pupuk Hayati Bio Extrim juga banyak. Sampai mabuk rasanya. Karena luasnya yang minta tolong saya agar dicetakkan kebun buah tropis ke saya, mulai land clearing, tanam sampai buah perdana. Ribuan hektar. Bahagia. Karena selama ini sejak MBG kebutuhannya belum bisa dipenuhi dari dalam negeri. Kelengkeng, Jeruk Santang dan Apel semua impor. Sekalipun dilarang memakai buah impor.
Selaku yang diajak diskusi rencana investasi, selalu saya paparkan pertimbangan skala prioritas dalam investasi agro. Ini sangat penting, bagi anak muda Indonesia.
1). Marketable.
Saat mau investasi hal mutlak harus ada kepastian pasar. Baik cara kontrak dengan off taker atau intelijen pasar. Tapi kali ini umumnya karena besarnya permintaan Dapur MBG/SPPG di mana-mana.
2). Agroclimate.
Artinya mutlak tahu agroklimat dengan komoditas varietas yang mau ditanam. Konkretnya jangan sampai Jeruk Chokun Madu ditanam di mdpl tinggi dan banyak nangka busuk inangnya lalat buah, gagal.
3). Estimasi Cashflow.
Mutlak anggaran investasi terukurnya. Harga pokok produksi (HPP), omzet, margin dan BEP nya. Jangan sampai ibarat punya dana hanya cukup jadi rumah type 70, tapi membangun type 200. Gagal.
4). Bankable.
Sekalipun awalnya tanpa rencana memakai dana bank, tapi butuh data ini. Agar saat ekspansi jika kurang modal bank bisa back up. Sehingga bisnis bisa tumbuh dinamis. Peluang di kelopak mata, tidak dinikmati importir.
Ilmu hikmahnya, sekalipun kita tahu ada pasar besar, ada lahan luas di Indonesia, dana banyak parkir di bank hingga di atas Rp 10.231 triliun. Jika cuma mengeluh dan menyalahkan saja. Peluang emas, akan dinikmati importir dan petani luar negeri.
Salam Inovasi 🇮🇩
Wayan Supadno
Pak Tani
HP 081586580630