Wed. May 13th, 2026

Wayan Supadno

Judul di atas kesannya sederhana sekali. Tapi jika kita sudah menyimak kisah di bawah ini, sangat penting dan relevan untuk kehidupan kita saat ini, utamanya sejak reformasi. Bahan mawas diri.

Sebesar apapun jika melibatkan orang banyak, perubahan besar bisa terjadi sesungguhnya, karena berawal dari kesadaran diri sendiri. Sekalipun ada aturan lisan maupun tulisan. Tapi paling efektif dari diri sendiri dulu.

1). Dinas Militer di Medan.

Tahun 1993 saya pangkat Letda dinas di Medan. Umumnya saat itu jika di perempatan jalan banyak yang belum disiplin. Misal lampu merah pun tanpa berhenti, lampu kuning justru ngebut dan lainnya.

Suatu sore hari saya pulang dinas. Pakaian seragam militer. Memakai helm dan berhenti di perempatan saat lampu merah. Dikomentari orang nyalip saya “Bapak Tentara dari Jawa ya? Kok tahu?, jawabku.

Iya kelihatan Pak, karena memakai helm dan berhenti di persimpangan lampu merah. Haha. Sayapun tertawa ngakak juga. Mau ikutan, takut ancaman Komandan jika tidak patuh, ditindak tegas.

2). PHK Karyawan.

Tahun 2003, jam 9 malam saya PHK manajer keuangan di rumah sakit milik saya. Tidak peduli alumni kampus top dan sudah lulusan S2. Karena invoice dimasukkan rekening pribadinya, walaupun Rp 13,8 juta saja.

Tahun 2010, karena saya menyumbang Masjid, harusnya sudah kelar jadwal 3 bulan. Ternyata belum dimulai. Kontan saya PHK 9 orang, karena banyak pelanggaran berat lainnya. Jadi nol sepenting apapun mereka.

Tahun 2018, PHK 4 orang sopir truk tronton, terbukti beberapa kali berjemaah korupsi muatan. Saya telpon manajernya, “jika mereka tidak diatasi, maka besok pagi saya datang dan mereka beserta anda saya atasi di Polres”.

Pada 3 hari lalu, saya keluarkan unsur pimpinan di salah satu SPPG saya. Saya tahu dia sarjana. Dia ikut membuat aturan, tapi terbukti ada indikasi menyalahi juknis pelanggaran berat. Tanpa ragu saya keluarkan.

Ilmu hikmah yang terkandung pada kisah di atas. Sekalipun ikut membuat UU dan Peraturan, bahkan hafal isinya. Tapi kalau tidak dipraktikkan, tiada guna. Begitupun menulis jadi sebuah buku, harus kita praktikkan dulu atau sesudahnya.

Salam Bermanfaat 🇮🇩
Wayan Supadno
Pak Tani
HP 081586580630

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *