Wed. May 13th, 2026

Wayan Supadno

Banyak SPBU di seluruh negeri pada antri. Bahkan ada yang mau menimbun. Wajar sekali terjadi karena di banyak negara kenaikan harga BBM mengerikan. Bahkan ada negara yang sudah gelap.

Ini contoh konkret dampak liarnya isu di medsos, baik tulisan maupun video, yang dikabarkan per 1 April akan naik harga. Padahal tidak. Karena intruksi Presiden Prabowo, demi Rakyat Indonesia.

Harus teliti jeli dengan medsos. Walaupun selama 9 tahun Presiden Jokowi adem ayem saja, padahal berulang kali naik harga BBM. Coba setahun sebelum berakhir jabatan Pak Jokowi, kenapa ya ? Ehm !

Silahkan tanya juga kepada rumput yang bergoyang, kenapa juga saat Presiden SBY selama 10 tahun juga banyak sekali demo. Apalagi kalau harga BBM dinaikkan. Pasti, sekali pasti ribut. Tapi masyarakat sudah cerdas. Sst.

Perihal BBM, kita sudah swasembada solar. Sekali lagi sudah swasembada solar. Berkat sawit, tanaman ajaib. Bisa dijadikan pangan, kosmetik, farmasi dan energi yang pasarnya tanpa batas. Bisa jadi solar, bensin dan avtur.

Sawit anugerah Tuhan untuk Indonesia. Berkat putra terbaik bangsa Prof Subagiyo, Dr Tatang dkk. Insan legendaris dikenang dunia dari Kampus ITB Bandung. Penelitiannya menemukan katalis “merah putih”.

Harga sawit dulu hanya Rp 700/kg, sekarang Rp 4.000/kg. Padahal HPP hanya Rp 1500/kg. Praktis laba petani Rp 2.500/kg. Jika jadi CPO harga saat ini Rp 15.800 an, HPP hanya Rp 5.000/kg. Labanya Rp 10.800/kg CPO.

Kita ekspor 32 juta ton pada tahun 2025. Kontribusi devisa ke negara dari sawit saja Rp 500 an triliun. Andaikan kita stop ekspor, hem bisa dibayangkan ruwetnya dunia. Mengalahkan Selat Hormuz saja.

Bensin, dari total kebutuhan hanya impor 50% nya saja. Itupun tidak lama lagi juga akan swasembada bensin dengan bioetanol ramah lingkungan terbaharukan. Bahan baku berlimpah dan inovasinya ada juga.

Konkretnya, sudah dibangun di Banyuwangi bahan baku tebu. Bahan baku lainnya singkong dan aren. Yang paling besar dan dahsyat rendemen bioetanolnya adalah sagu luasnya di atas 5 juta hektar tinggal dipanen.

Avtur bahan bakar pesawat terbang. Indonesia tidak seperti Filipina, Vietnam dan lainnya yang hampir kolaps industri penerbangannya karena tiada swasembada avtur. Karena kita punya sawit PKO minyak kernelnya bisa jadi bioavtur

Ilmu hikmahnya, kita tidak perlu panik berlebihan karena tidak tahu yang sesungguhnya. Tidak perlu mudah percaya manusia kompor gas, tukang memanas-manasi. Meledak meletup seperti mercon, karena sumbunya pendek.

Dengan tenang, niscaya terang. Buktinya beras swasembada, hingga over produksi jutaan ton beras. Semangat !

Salam Inovasi 🇮🇩
Wayan Supadno
Pak Tani
HP 081586580630

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *