Wayan Supadno
Hari Suci Nyepi bagi umat Hindu mau datang. Begitu juga Idul Fitri hari suci umat Islam juga mau datang. Pasti semua merasa bersalah, ramai minta maaf. Pakaiannya agamis semua. Indah sekali.
Tapi mari kita sejenak refleksi diri, dari diri sendiri untuk negeri ini. Negeri kita ini. Sangat penting. Titik kulminasi kehidupan bagi yang beragama Hindu dan Islam. Karena adanya Nyepi dan Idul Fitri.
Agar dapat ilmu hikmah, kita lihat datanya :
1). Kehidupan Munafik.
Indonesia juara 2 dunia yang paling sering berdoa, setelah Afganistan dan 5 besar negara paling religius di dunia. Artinya sangat yakin adanya Tuhan dan menjalankan ibadahnya, sering iklan agama di medsos.
Tapi Indonesia nilai indeks korupsi hanya 37 dari 100, masuk negara korup ke 109, menyedihkan. Padahal tahu itu dosa dan haram. Sama haramnya dengan judi online, Indonesia juara 1 di dunia, hingga Rp 600 triliun dana berputar.
2). Bidang Pendidikan.
Indonesia juara 2 di dunia pemilik jumlah kampus terbanyak setelah India. Jumlah sarjana pertanian arti luas juga terbanyak di dunia. Artinya APBN atau negara tidak kurang-kurangnya perhatian ke pendidikan kita.
Tapi tidak mampu melahirkan pengusaha/entrepreneur “penyerap pengangguran”, hanya 3,41%. Kalah dengan Singapura, Malaysia dan Thailand. Indeks inovasi global/kinerja penelitian hanya peringkat 54, no 6 di Asean.
3). Kualitas Manusia.
Prevalensi stunting sangat tinggi 19,8% atau 1 dari 5 balita kerdil kurang gizi. Implikasi korelasinya IQ rerata hanya 78,5 dan tinggi badan rerata hanya 158 cm. Keduanya kalah dengan Singapura, Malaysia, Vietnam dan Thailand.
Tapi ada program sangat mulia Makan Bergizi Gratis (MBG) banyak yang menentang. Bahkan banyak yang jadi “Pakar Dadakan” debat di media sosial dan dunia maya. Seolah dijadikan momentum promosi diri agar populer murahan.
4). Kekayaan Alam.
Indonesia kekayaan alam paling top dunia. Sawit 56% dari produksi global, nikel 40% dunia, batu bara no 3 dunia dan timah no 3 dunia. Emas, gas alam, bauksit, tembaga, kelapa, kopi dan banyak lagi. Masuk 10 besar dunia.
Tapi PDB/kapita Indonesia masih USD 5.200. Kalah dengan Singapura, Malaysia, Brunei dan Thailand. Indonesia juga penghasil konglomerat kelas dunia aset di atas Rp 100 triliun sebanyak 8 orang, di saat bersamaan ada 24 juta orang miskin (BPS).
Besar harapan saya, data ini jadi bahan mawas diri. Kita harus bisa berubah bangkit. Caranya mudah, awali dari diri sendiri, sedini mungkin dan dari hal sekecil mungkin. Jangan berharap negara lain, membangun bangsa kita, mustahil.
Ingat pesan bijak ;
1). Perbuatan baik (keteladanan) adalah cara terbaik dakwah agama (KH Ahmad Dahlan).
2). Tuhan tiada mengubah nasib suatu kaum/bangsa, jika kaum tersebut tidak berusaha mengubahnya sendiri.
3). Sebaik-baiknya manusia adalah yang memberi manfaat kepada orang lain.
4). Memang baik jadi orang penting, tapi jauh lebih penting jadi orang baik.
Salam Inovasi 🇮🇩
Wayan Supadno
Pak Tani
HP 081586580630