Wayan Supadno
Saya investasi 5 SPPG jumlah Rp 15 miliaran, bukan karena kekurangan peluang bisnis, bisnis saya sudah banyak, puji syukur. Tapi invest SPPG murni karena hati saya terpanggil di kampung kelahiranku dan desa-desa tempat kebunku belum dapat MBG.
Saya mengalami selama 1,5 bulan 100 orang lebih tukang lembur mereka naik daya belinya, hingga habis Rp 5 miliaran buat tukang saja, Rp 10 miliaran buat belanja material jadi omzet toko maupun pabrik bangunan.
Pelamarnya 1.200 orang lebih, lalu saya putuskan hanya 5 sarjana/SPPG atau 25 sarjana untuk 5 SPPG, masih ada 200 an lagi non sarjana yang direkrut.
Supplier lewat koperasi, berisikan petani peternak yang anggarannya Rp 100 an juta/hari atau Rp 20 juta/SPPG untuk 2.000 porsi. Ini akan jadi omzet petani peternak dari kinerjanya, agar naik daya belinya. Lalu investasi menanam atau memelihara ternak lagi. Berkelanjutan.
Saya sangat bersyukur jadi bagian pembangunan SDM Putra Putri kita, makanya saya pastikan agar dijaga mutunya, Rp 10.000/porsi jangan coba-coba ada yang mengurangi. Saya larang keras dengan tegas.
Mari kita awasi bersama, penggunaan dana APBN untuk MBG, demi Putra Putri jauh lebih bermutu kelak sekaligus menggerakkan ekonomi kerakyatan secara nyata bukan wacana belaka. Urip iku urup.
Salam Inovasi 🇮🇩
Wayan Supadno
Pak Tani
HP 081586580630