Wayan Supadno
Idealnya pembiayaan pembangunan agar pertumbuhan ekonomi di atas 10%, rasionya maksimal 20% dari APBN dan minimal 80% dari investasi swasta. Jika APBN saja sangat tidak cukup. Rasio itu baku.
Skala negara jika APBN Rp 3.842 triliun harusnya minimal investasi swasta Rp 15.368 triliun. Skala desa, dana desa Rp 1,2 miliar hendaknya ada investasi swasta di desa tersebut minimal 4 kalinya atau Rp 5 miliar.
Empat pilar sebab pertumbuhan ekonomi. Konsumsi keluarga, menganggur jadi kerja bisa belanja. Investasi swasta, lahan tidur jadi produktif. Belanja negara, jalan jelek jadi bagus merangsang investor dan surplus ekspor.
Dari uraian di atas, mempertegas betapa sangat penting dan strategisnya peran pelaku usaha sebagai investor. Sehingga wajar sekali semua kampus top dunia berlomba mendidik mahasiswanya agar jadi entrepreneur.
Sehingga tidak perlu heran jika pengusaha kelas dunia bagai jadi rebutan oleh banyak negara agar mau investasi di negaranya. Hingga dijemput Kepala Negara bersama Menterinya. Karena efek dominonya sangat banyak.
Misal cipta lapangan kerja agar konsumsi keluarga naik, bisa diajak bersinergi dalam membangun iklim usaha, memberdayakan SDA dan inovasi agar daya manfaatnya nyata dan lainnya. Ekonomi jadi tumbuh.
Agar teori di atas permanen dalam memori anak muda. Berikut ini kisahnya bisa diambil ilmu hikmahnya. Bahan pembelajaran ilmu kehidupan secara nyata. Karena tinemune ilmu kanti laku, dapatnya ilmu jika sambil dikerjakan.
Kepala Desa.
Sadar di desanya sentra pertanian dan banyak pengangguran. Lalu mengajak pengusaha agar mau investasi di desanya. Deal sepakat desa invest merapikan jalan dengan paving blok lebar 6 meter panjang 400 meter biaya Rp 190 juta.
Pengusaha membebaskan lahan terlantar tidak produktif 3 hektar Rp 3 miliar. Dibangun kandang ayam pedaging kapasitas 80.000 ekor Rp 7,5 miliar kandang modern close house. Dibangun juga pabrik pupuk organik Rp 3 miliar, baja WF 800 meter.
Selain investasi di atas masih butuh modal kerja Rp 5 miliar untuk ayam 80.000 ekor/siklus sekaligus memberdayakan limbahnya agar jadi pupuk super duper diperkaya mikroba pilihan. Karena ayam 30 hari produksi 0,7 kg pupuk kandang.
Efek domino dari stimulus Rp 190 juta dana desa tersebut bisa menarik investor belasan miliar. Lapangan kerja tercipta belasan orang kerja di kandang, rumah potong unggas dan pabrik pupuknya. Daya beli masyarakat spontan terdongkrak nyata.
Desanya penghasil ayam pedaging, penghasil pupuk organik diperkaya mikroba (pupuk hayati), lahan pertanian kembali subur, harga pokok produksi (HPP) beras maupun hasil bumi lainnya murah, laba sehat. Semangat berkarya meningkat.
Salam Bermanfaat 🇮🇩
Wayan Supadno
Pak Tani
HP 081586580630