Wed. May 13th, 2026

Kemarin saya ada kegiatan yang melibatkan orang banyak hingga ratusan anak muda, umumnya mereka sudah kerja sebagai profesional pemerintahan (ASN) maupun swasta.

Umumnya mereka juga tahu latar belakang saya dari kampung, anak orang transmigrasi, kuliah sambil kerja, lalu jadi perwira militer dan sambil mengelola usaha sendiri.

Juga sebagian tahu kalau usaha saya ada di Cibubur, Banyuwangi tempat kelahiran saya dan di Pangkalan Bun Kalimantan Tengah. Sesungguhnya masih ecek-ecek saja, belum besar amat.Karena kami sesama Alumni Universitas Airlangga Surabaya. Banyak yang tanya bagaimana prosesnya mengawali bisnis saat bersamaan jadi perwira militer, yang dianggapnya sama sibuknya.

Selain itu, ingin tahu bahkan kalau bisa ada acara khusus “bedah pengalaman”, kisah sejak awal hingga sekarang mengelola usaha jarak jauh. Tentu saya senang, asal bukan cuma dihafal.

Karena bagi saya seorang praktisi bisnis, kalau “tanpa aksi” hanya hafal teori saja. Itu nyaris tiada arti. Ilmu yang paling mulia adalah ilmu yang dipraktikkan hingga bermanfaat untuk orang lain dan alam semesta.

Begitu juga motivator, yang paling hebat bukan dari profesor atau pelopor usaha. Melainkan datangnya dari dalam diri sendiri. Percuma menyimak narasumber berbicara hingga berbuih jika tanpa implementasi.

Konkretnya sumber ilmu hikmah ;

1). Pentingnya membangun SDM di “Tim Pemikir” usaha kita agar solid bersinergi, mengelola usaha kita nan jauh di sana. Misal saya punya usaha sawit sapi, ikan patin, alat berat, cetak kebun dan SPPG di Kalteng.

Masih ada kebun Buah Naga dan SPPG di Banyuwagi. Juga ada usaha pabrik formulasi dan produksi pupuk Bio Extrim, Organox dan ZPT Hormax di Bogor. Inovasi saya sendiri. Tapi saya di Cibubur terus. Jarak jauh semua.

2). Pentingnya membangun ekosistem di perusahaan kita. Agar terbentuk satu dengan lainnya saling terkait dan terikat produktif. Sistem dalam bisnis sangat penting. Mutlak agar mudah diregenerasikan.

Sehingga linier antara yang dipikirkan, dibicarakan/dibahas dan dipraktikkan. Sehingga intuisi bisnis terimplementasikan bukan cuma oleh diri sendiri, harus oleh tim. Akhirnya usaha tetap jalan, walaupun kita jalan-jalan.

Terjadilah proses “happy ending”, bisa cipta lapangan kerja makin banyak. Kehadiran kita jadi lokomotif perekonomian masyarakat. Tempat kita investasi, daerah tersebut dapat pajak dan efek domino lainnya. Hidup kita bermanfaat.

Salam Bermanfaat 🇮🇩

Wayan Supadno

Pak Tani

HP 081586580630

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *