Wed. May 13th, 2026

Artikel singkat ini sangat penting dan bermanfaat untuk anak muda. Karena ini berdasarkan pengalaman saya pribadi dan kajian di lapangan realitasnya. Agar mudah dipahami ilmu hikmahnya.

Definisinya, pengangguran adalah orang yang non produktif, tidak mampu cipta hasil untuk biaya hidupnya. Perintis bisnis adalah serba tidak punya tapi berjuang untuk dapat hasil guna menghidupi dirinya.

1). Waktu.

Pengangguran waktu terasa lama. Gelisah. Tahu-tahu hari sabtu lagi, tahu-tahu tanggal satu lagi, tahu-tahu tahun baru lagi dan seterusnya. Waktu dianggap bukan sesuatu yang sangat berharga.

Perintis bisnis baginya waktu terasa singkat sekali. Karena banyak hal yang ingin dipelajari dan langsung dipraktikkan agar dapat ilmu hikmahnya. Untuk dijadikan bekal menyempurnakan langkah praktik berikutnya.

2). Peluang.

Pengangguran selalu menunggu agar ada peluang datang, ada lowongan kerja, ada yang membantunya, berharap dapat kemudahan dari koneksinya. Sehingga tanpa pernah merasakan berproses mengatasi masalah.

Perintis bisnis menyadari betul bahwa peluang harus dicari, dikejar dan bila perlu cipta peluang dari beragamnya masalah realita di lapangan. Ibaratnya suka menjemput bola agar bisa dapat tendangan bola di lapangan.

3). Modal

Pengangguran merasa modal nomor satu, bukan mutu dirinya yang nomor satu. Seolah jika sudah punya modal banyak pasti sukses atau orang sukses bisnis selalu dituduh karena punya modal banyak.

Perintis bisnis yakin agar punya modal harus mengawali bisnis dengan apa adanya, agar dapat ilmu hikmah dari pengalamannya. Modal terkumpul diinvestasikan jadi sumber “passive income” nya.

4). Gagal

Pengangguran menganggap bahwa gagal adalah hantu paling menakutkan. Itulah jadi sebab “terbelenggu” tidak berani mengawali bisnis. Ujungnya jika memulai saat gagal jadi kapok permanen.

Perintis bisnis menganggap gagal adalah proses harus dilalui. Mutlak. Tidak bisa dihindari. Justru karena gagal pertanda masih punya ilmu sembrono. Belum punya ilmu waspada maupun hati-hati. Gagal adalah pelajaran.

Tentu masih sangat banyak pembeda antara pengangguran dan perintis bisnis sejati. Namun demikian sudah bisa kita ambil ilmu hikmahnya untuk memantik nyali dari empiris di atas, untuk berani jadi perintis bisnis.

Salam Mandiri 🇮🇩
Wayan Supadno
Pak Tani
HP 081586580630

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *