Wayan Supadno
Prinsipnya, membuat ramalan situasi ekonomi ke depan terkait program prioritas pemerintah dan geopolitik, memakai ekonometrika atau memanfaatkan data statistik empirik untuk kepentingan ekonomi. Untuk investasi.
Agar dapat ilmu hikmah proses pembelajaran kaum muda, berikut contoh konkretnya ;
1). Peternak Ayam dan Puyuh.
Karena pemerintah punya program prioritas menyiapkan generasi emas meniadakan stunting yaitu MBG. Artinya mengubah pola makan diperbanyak protein hewaninya. Sehingga pasti defisit telur puyuh, telur ayam dan daging ayam.
Sehingga harga telur puyuh, telur ayam dan daging ayam pada naik. Jika berjalan lama akan inflasi. Inilah peluang emasnya. Bekerjasama dengan banyak Dapur MBG/SPPG. Dasar itulah masyarakat banyak melakukan investasi ternak ayam dan puyuh.
2). Petani Buah Tropis.
Seorang sahabat di Pekanbaru Riau, setahun silam beli bibit remaja Jeruk Madu Chokun ke saya termasuk pupuknya juga. Sekarang panen raya padahal harga di SPPG saat ini Rp 25.000/kg. Jika di kebun Rp 20.000/kg dapat lazim 30 ton = Rp 600 juta omzet/ha/tahun.
Ibu Pengusaha Pisang puluhan hektar di Bogor, pelanggan setia ZPT Hormax dan Bio Extrim Granul. Produk saya. Happy harga pisang naik tajam di SPPG. Jika Rp 6.000/kg x 30 ton = Rp 180 juta/ha/tahun omzetnya. Itulah dasar ekspansi investasinya.
Petani buah naga di Banyuwangi, 8 bulan ini harganya bagus berkat MBG. Dipasang lampu agar berbuah tanpa kenal musim. Prediksi 40 ton/ha x Rp 15.000 = Rp 600 juta/ha/tahun, omzet. Dasar itulah mau investasi ke PLN, karena logis.
3). Petani Sawit.
Begitu perang Iran vs AS Israel meletus, harga sawit spontan melambung. Karena harga BBM fosil naik. Permintaan sawit otomatis jangka panjang juga akan tinggi. Sekarang kebun sawitnya dirawat serius intensif. Agar HPP rendah, laba tambah.
Karena belajar data fakta saat perang Rusia vs Ukrania. Harga sawit melambung. Pola seperti ini harus adaptif. Itulah dasar investasi dan ekspansi lagi dengan benih inovasi DXP Tenera bukan benih asalan atau Dura. Agar kompetitif.
Ilmu hikmahnya bahwa betapa sangat pentingnya menganalisa data fakta selama ini. Statistik empirisnya dijadikan dasar mau investasi atau ekspansi lagi. Bukan asal investasi atau ketakutan berlebihan tiap mau investasi.
Karena faktanya selama ini, kalau cuma mengeluh dan menyalahkan keadaan, ternyata tiada mengubah keadaan kita. Banyak yang pintar kalau cuma begitu, ada kalau satu tronton aja, tetanggaku kalau cuma bisanya meratap saja.
Salam Inovasi 🇮🇩
Wayan Supadno
Pak Tani
HP 081586580630