Wayan Supadno
Besok Nyepi, bagi umat Hindu adalah momentum emas diskusi dengan hati nuraninya, kaji ulang selama setahun berlalu dan merencanakan apa saja yang mau disempurnakan langkah-langkahnya setahun mendatang.
Besok lusa Idul Fitri, Hari Suci. Kembali suci, kemenangan mengendalikan dirinya sendiri. Menahan diri selama sebulan, Bulan Suci Ramadhan. Ini juga momentum. Menyejukkan sekali siapapun yang melihatnya.
Kali ini saya, Pak Tani merenungi negeri ini. Melihat situasi politik saat ini. Begitu dinamisnya. Apalagi di era medsos makin meriah, banyak “pakar dadakan” dan banyak pula yang seperti Mercon saja, meledak meletup karena sumbunya pendek.
Agar dapat ilmu hikmah, berikut ini renungan saya ;
1). Era Pak SBY.
Selama 10 tahun penuh dinamikanya. Tahun 2008 krisis global, tapi berkat piawainya, semua terkendali. Selain itu masih banyak bencana alam misal Tsunami Aceh, Lumpur Lapindo, Gempa dahsyat di Yogyakarta.
Bukan cuma itu saja cobaannya Pak SBY. Banyak demo, fitnah keji katanya sudah nikah sebelum masuk AKABRI, dituduh Kristen, demo menuntun kerbau bertuliskan SBY hingga Bu Anie Yudhoyono menangis.
2). Era Pak Jokowi.
Situasi politik adem ayem tentrem. Sehingga bisa fokus membangun jalan tol ribuan kilometer, puluhan bandara dan pelabuhan. Bendungan irigasi hampir 70 lokasi. Ibukota Nusantara dibangun, mengagumkan dunia.
Sayangnya, satu tahun terakhir penuh demo. Misal fitnah PKI, Cina, Ijazah palsu dan lainnya. Walaupun begitu rating kepuasan 78%, sangat tinggi. Hingga di Uni Emirat Arab ada Masjid dan Jalan Utama diberi nama Joko Widodo.
3). Era Pak Prabowo Subianto.
Sejak menjabat penuh demo keras panas dan perang medsos membangun opini. Banyak profesinya youtuber naik incomenya, yang penting ramai. Caranya mudah, memaki-maki pemerintah. Seperti dagelan saja.
Walaupun demikian, bisa menyita sawit dan tambang ilegal jutaan hektar. Koruptor kelas kakap banyak yang menahan diri. MBG dan KDMP, tujuannya menyiapkan generasi emas dan menghambat oligarki juga banyak pro kontra.
Ilmu hikmahnya. Timbul pertanyaan mendasar, ada apa di balik itu dan siapa dalangnya. Andaikan parpol, saya yakin 2029 tidak lagi diminati rakyat. Minim pemilihnya. Rakyat sudah cerdas menganalisanya. Patut diwaspadai.
Kami para Petani, sangat membutuhkan suasana politik yang meneduhkan. Kami yang penting sehat, bahagia dan nyaman berkarya. Misal ada perubahan besar harga gabah dan jagung ditetapkan Rp 6.500/kg, ini sangat bernilai memotivasi dan membantu petani. Buktinya bisa swasembada.
Salam Inovasi 🇮🇩
Wayan Supadno.
Pak Tani
HP 081586580630