Wayan Supadno
Maksud judul di atas strategi untuk mengubah hasil riset (invensi), ide, atau teknologi menjadi produk atau layanan yang siap digunakan oleh masyarakat atau pasar. Jadi solusi praktis atas masalah masyarakat.
Jadi inovasi tidak berhenti di penelitian saja, tetapi diturunkan (di-hilirkan) hingga memiliki nilai ekonomi dan manfaat nyata bagi orang lain, bangsa dan negara. Karena terkomersilkan yang berkelanjutan.
Agar anak muda Indonesia, utamanya para sarjana yang punya hasil penelitian bisa dapat proses pembelajaran nyata dari ilmu hikmah kisah nyata. Berikut ini contoh nyata yang saya alami. Silahkan ditelaah sendiri.
Tahun 2009.
Saya fokus bertani, selain dinas militer, di Cibubur. Walaupun apapun belum punya, termasuk menanam cabai saja masih numpang tanah nganggur. Lalu hasilnya saya buat nyewa lahan untuk menanam padi dan singkong, di Jonggol Bogor.
Karena di TVRI ada berita, pupuk kimia langka. Truk muatan pupuk dijarah masyarakat di Sidoarjo Jatim. Lalu lahir ide melakukan riset/penelitian dana pribadi. Membuat formula pupuk hayati Bio Extrim dan Organox. Hormonal Hormax.
Puluhan kali gagal uji mutu di Sucofindo dan Fak. MIPA IPB Bogor. Tapi terus tanpa menyerah akhirnya lulus uji mutu dan uji efektivitas di Fak. Pertanian IPB Bogor. Mengurus hak kekayaan intelektual dan pendaftaran izin edar dan lainnya.
Proses produksi dari sebotol air mineral aqua, lalu pakai drum dan akhirnya puluhan ribu liter tiap proses formulasi. Awalnya diaduk dengan pipa paralon manual, naik kelas dengan bor listrik dan naik kelas dengan blower seperti baling-baling kapal.
Saya bagikan gratis 1.000 botol Hormax dan 1.000 karung Bio Extrim ke Ketua Gapoktan dan Tokoh Masyarakat pemilik sawah di pinggir aspal. Cipta testimoni. Agar banyak yang cerita mutu dan efektivitas Hormax, Bio Extrim dan Organox.
Begitu panen saya buat brosur ribuan lembar. Saya pasang foto tanaman, nama pemilik lahan, alamat lengkap dan no teleponnya. Saya sebar di pasar, terminal dan warung-warung tempat kumpulnya para petani.
Spontan jadi perbincangan publik. Banyak yang pesan hingga sekarang. Mereka para petani sebagai pasar “end user” nya sebagai hakimnya sebuah produk inovasi. Dalam hati saya, prinsipnya harus makin banyak testimoninya.
Tentu sangat banyak tantangan dan rintangan. Gagal uji mutu di awal berulang kali. Tapi tiada istilah menyerah. Diejeki orang, katanya banyak pabrik Petrokimia, Sriwijaya dan lainnya. Diganggu pesaing di lahan, misal tanaman bagus malamnya disiram oli. Itu biasa.
Manfaat Hilirisasi Inovasi ;
1). Meningkatkan nilai ekonomi hasil penelitian.
2). Menciptakan lapangan kerja baru.
3). Mempercepat penerapan teknologi di masyarakat.
4). Meningkatkan daya saing industri.
5). Mendukung kemandirian teknologi suatu negara.
Salam Inovasi 🇮🇩
Wayan Supadno
Pak Tani
HP 081586580630