Wayan Supadno
Beberapa hari kemarin, masyarakat ada yang panik bahkan ada yang asbun Indonesia mau krisis seperti tahun 1998. Lucu, iklan mutu dirinya. Hanya karena rupiah melemah Rp 17.400/USD. Walaupun sekarang menguat lagi.
Itu karena berita hoax dan belum paham indikator kesehatan keuangan negara. Padahal sangat penting utamanya bagi pebisnis misal saat rupiah melemah justru peluang cari laba besar dari kontrak ekspor.
Indikator kesehatan keuangan negara, ibaratnya “medical check up” kalau manusia, meliputi ;
1). Pertumbuhan Ekonomi.
Bersyukur ekonomi tumbuh 5,61%. Terbaik di antara negara anggota G20 dan No 2 di Asean. Hanya kalah dengan Vietnam 7,6%. Dipicu naiknya belanja negara tumbuh 21,8% merangsang ekonomi kerakyatan (Supplier MBG).
2). Rasio Utang.
Rasio utang kita masih 39-40% dari PDB, batas maksimal internasional 60%. Kita jauh lebih aman dibanding negara Asean Malaysia 65%, Thailand 62% Filipina 61% dan Singapura 170%. Kalah dari Vietnam 35%.
3). Inflasi.
Saat ini sekitar 2% ini masih sangat terkendali. Relatif sama dengan negara-negara Asean lainnya. Tapi jauh di bawah negara berkembang lainnya ada hingga belasan persen.
4). Rasio Pajak.
Indonesia paling rendah di Asean dalam pungutan pajak hanya 10-11% saja dari PDB. Vietnam 18-19%, Thailand 16-17%, Malaysia 12-13%. Ini kelemahan Indonesia kurang gigih dalam memungut pajak.
5). Defisit APBN.
Indonesia jumlah defisitnya masih aman di bawah batas maksimal 3%, saat ini hanya 2,68% saja. Malaysia 4-5%, Filipina 5,3%, India 4,8%, Jepang dan AS sama 6%nya. Saat ini banyak negara labil.
6). Dana Perbankan.
Jumlah dana pihak ketiga (DKP) Rp 10.231 triliun, tumbuh 13,55%. Yang paling jadi semangat kredit tumbuh 9,49% utamanya dari kredit investasi tumbuh 20,85% yang akan jadi industri cipta lapangan kerja massal.
Ilmu hikmah dari data di atas menjelaskan ibarat tanaman dominan masih fase vegetatif (pertumbuhan) dan sebagian generatif (produktif). Jika sudah “fase generatif semua” dampaknya sangat dahsyat.
Konkretnya jika dana investasi hilirisasi jumlah ratusan triliun dari Danantara sudah kelar semua jadi industri. Selain itu jika MBG sudah merata dan tertib semua. KDMP juga sudah berjalan semua. Niscaya tidak lama lagi akan berubah total lebih baik lagi.
Yang jadi motornya adalah ekonomi kerakyatan dan hilirisasi. Apalagi jika terus konsisten korupsi diberantas total akan cepat adil dan makmur. Koruptor, eksportir bahan mentah dan importir pangan pada gigit jari.
Salam Inovasi 🇮🇩
Wayan Supadno
Pak Tani
HP 081586580630