Wayan Supadno
Ini penting untuk anak muda Indonesia. Kisah saya sejak 1995 hingga saat ini jadi supplier/vendor/pemasok ke pabrik atau pasar. Sehingga banyak ilmu hikmah yang bisa diambil jadi bahan pembelajaran.
1). Tahun 1995 sd 2.000.
Inilah awal dinas militer dan bisnis. Saya pernah jadi supplier cangkang sawit pengganti batu bara bahan bakar boiler pengganti batu bara dan batu kapur pemutih kertas ke pabrik kertas raksasa di Porsea Sumut.
Masa itu saya juga jadi supplier beras ke PTN, puluhan ribu lembar karung bekas saya masukkan ke penggilingan padi terbesar di Sumut. Ini juga butuh bersaing harga selain kecepatan pelayanan.
Pabrik tidak mau menerbitkan surat pesanan (PO) jika tiada kepastian 5K dan 1H. Karena imbasnya operasional pabrik besar. Misal kurang atau mutu tidak sesuai spesifikasi atau telat saja, kerugiannya miliaran tiap harinya.
2). Tahun 2000 sd 2008.
Punya beberapa apotek dan rumah sakit di Riau. Potensi ini saya berdayakan jadi supplier obat farmasi juga ke 2 pabrik kertas raksasa. Karena karyawannya ribuan dan pasiennya poliklinik banyak. Butuh supplier.
Mereka tiada pernah main-main soal kecepatan pelayanan dari suppliernya, ketepatan spesifikasi barang yang dibutuhkan. Karena untuk melayani karyawan maupun keluarganya yang sakit. Disiplin tinggi.
3). Tahun 2009 sd sekarang.
Saya kebetulan punya beberapa usaha. Di antara pabrik pupuk hayati Bio Extrim dan ZPT Hormax. Inovasi riset saya sendiri. Butuh supplier bahan baku dan kemasan. Hal sangat penting memenuhi 5K dan 1H bagi supplier.
Selain itu ada juga usaha sawit, sapi, ikan patin dan SPPG/Dapur MBG (saat ini). Saya juga butuh supplier untuk pupuk, pakan sapi maupun ikan patin. Apalagi SPPG mutlak butuh suplier bahan baku pangan bermutu dan cukup.
Sehingga saya butuh “supplier terpercaya” agar misi bisnis berjalan sesuai rencana dan semua bisa direncanakan sejak dini. Karena menyangkut operasional dan kepuasan pelanggan terhadap pelayanan saya.
Kriteria yang harus dipenuhi agar bisa memasok barang/jasa secara konsisten ke pembeli (misalnya pemerintah, perusahaan, atau program seperti MBG). Konsep “5K + 1H”. Standar supplier layak dan profesional.
1). Kontinuitas. Mampu menyediakan barang secara terus-menerus (tidak putus)
Contoh: suplai telur setiap hari tanpa gagal.
2). Kualitas. Barang harus bermutu baik dan sesuai standar
Contoh: sayur segar, tidak layu, aman dikonsumsi.
3). Kuantitas. Mampu memenuhi jumlah yang diminta
Contoh: diminta 1 ton beras, harus sanggup kirim sesuai kebutuhan.
4). Kecepatan. Pengiriman tepat waktu dan cepat
Contoh: bahan datang sebelum jam produksi (tidak telat).
5). Ketepatan (spesifikasi). Barang harus sesuai spesifikasi yang diminta
Contoh: ukuran ayam, grade beras, jenis buah sesuai kontrak.
6). 1H yaitu harga wajar. Harga kompetitif dan masuk akal. Agar produk saya juga bisa mengharumkan nama baik saya. Harga pantas, pelanggan puas.
Salam Inovasi 🇮🇩
Wayan Supadno
Pak Tani
HP 081586580630