Wayan Supadno
Berikut contoh lapangan pengalaman yang bisa sangat mudah diambil ilmu hikmahnya. Tentang keakuan menjelma jadi kesombongan. Karena tiada mau adaptif dengan perubahan. Sangat penting dan bermanfaat untuk anak muda Indonesia.
1). Pembuktian Petani.
Tahun 2008 saya bangkrut Rp 38 miliar. Sangat kenyang dapat ejekan, apalagi langsung fokus bertani. Menyewa lahan di Jonggol Bogor 21 hektar, yarnen. Tahun 2014 bangkit, membangun rumah di Kota Wisata Cibubur, mobil Rubicon dan Mercy. Kontan. Dari hasil tani.
Masih banyak juga yang “bermata hati juling”. Menuduh dana dari Spanyol (separo nyolong) korupsi, karena pangkat saya Mayor Ckm di Pusat Kesehatan Angkatan Darat. Litbangnya Pabrik infus. Dijelaskan, tiada percaya. Mustahil dari tani. Karena keakuannya.
2). Pembuktian Pembibitan.
Sekitar 7 tahun lalu debat kusir di medsos. Hanya karena saya posting foto bibit Durian masih kecil dalam polibag sudah berbunga. Tidak percaya, dituduh itu editan foto. Karena keakuan juga. Padahal itu mudah, biji ditanam lalu disambung tangkai Pohon Durian mau berbunga.
3). Pembuktian Ternak Sapi.
Sekitar 5 tahun silam saya membuat artikel apa adanya bahwa sapi saya pakannya limbah pabrik kelapa sawit, solid namanya. Hem banyak yang protes tidak percaya. Bahkan ada yang memaki saya. Sekarang pada ikutan. Termasuk yang mengejek, sapinya diberi pakan solid agar HPP rendah.
4). Peternakan Ayam Broiler Pedaging.
Saya membuat artikel rangkuman dari beberapa peternak ayam bisa panen 8 kali setahun dan ada yang laba Rp 5.000/ekor DOC genetik inovasi baru, karena saya yakin daging ayam dan telur makin mahal akibat MBG banyak sekali. Ada yang protes dengan keakuan dan kesombongan, narasi non etika. Dalam hatiku, saya juga akan buktikan.
Keakuan adalah sikap yang terlalu berpusat pada diri sendiri menempatkan “aku” sebagai yang paling penting, paling benar, atau paling utama dibanding orang lain. Dalam psikologi, ini dekat dengan konsep egoisme atau sikap egosentris.
Ciri keakuannya tinggi di antaranya lebih mementingkan kepentingan pribadi daripada kepentingan bersama yang benar sekalipun, sulit menerima pendapat orang lain dan ingin selalu diakui, dipuji, atau dituruti serta merasa diri paling benar atau paling tahu.
Kerugian Keakuan ;
1). Hubungan sosial terganggu. Orang lain bisa merasa tidak dihargai atau tidak didengarkan.
2). Sulit bekerja sama. Dalam tim, sikap ini membuat konflik dan menurunkan kekompakan.
3). Perkembangan diri terhambat. Karena merasa paling benar, seseorang jadi sulit menerima kritik dan belajar hal baru.
4). Dijauhi lingkungan. Lama-kelamaan orang enggan berinteraksi karena keakuan berubah jadi kepongahan/kesombongan saja.
Salam Inovasi 🇮🇩
Wayan Supadno
Pak Tani
HP 081586580630