Sun. Mar 1st, 2026

Bank Dunia merilis bahwa Indonesia sulit mewujudkan jadi negara maju dan akan terjebak jadi negara berpendapatan sedang, jika tanpa meningkatkan pendapatan per kapita (PDB/kapita) nya.

Syarat utama status negara maju PDB/kapita USD 14.000 an, padahal PDB/kapita Indonesia saat ini sekitar USD 5.000 an. Akan meningkat jika pertumbuhan ekonomi minimal 9% dan konsisten.

Sedangkan untuk membentuk pertumbuhan ekonomi harus memenuhi minimal belanja rumah tangga, belanja pemerintah/negara, investasi dan ekspor neto. Rumus ini sangat penting, mendar dan lazim.

Agar dapat ilmu hikmahnya, berikut ini contoh konkretnya.

1). Belanja Rumah Tangga.

Karena ada kepastian pasar di Dapur MBG/SPPG, disambut gembira oleh produsen pangan. Menjamur investasi pangan sapi perah, ayam pedaging dan petelur, buah dan lainnya. Laba tambah, daya beli naik, nilai belanja rumah tangga naik juga.

Begitu juga terbentuknya proses penyerapan pengangguran 50 orang meliputi 3 sarjana dan 47 lainnya. Masih ada lagi 150 KK petani peternak nelayan dapat juga kepastian pasar, nilai belanja keluarga naik juga.

2). Belanja Pemerintah/Negara.

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) bukan sekedar misi meningkatkan status gizi anak dan mereduksi prevalensi stunting yang tinggi 19%. Tapi juga jadi stimulus investasi karena Rp 300 triliun/tahun APBN dikucurkan.

Program efisiensi APBN dan sumber dana lain. Misal sawit dan tambang ilegal disita negara hasilnya jadi APBN lalu jadi MBG. Masih ada lagi hasil penertiban ekspor impor nakal. Hilirisasi juga dapat nilai tambah jauh lebih besar ke APBN.

3). Investasi Swasta.

Badan Gizi Nasional (BGN) dalam menjalankan misinya bermitra dengan para investor membangun SPPG. Indeks Rp 3 miliar/SPPG, butuhnya 30.000 setara Rp 90 triliun. Belum investasinya produsen bahan baku.

Selama ini dana tersebut hanya parkir di bank wujud tabungan dan deposito. Lalu dinikmati oleh para The Have wujud kredit untuk pengembangan usahanya. Berubah jadi omzet toko dan pabrik bahan bangunan dan tukang.

4). Ekspor Neto.

Artinya jumlah ekspor dikurangi impor harus meningkat. Misal dengan hilirisasi mengolah bahan baku jadi produk jadi. Misal kelapa glondongan murah diubah jadi VCO, pembalut wanita dan lainnya.

Itu mudah terwujud jika SDM Indonesia makin bermutu. Kesehatannya misal stunting ditiadakan, kecerdasannya yang saat ini rerata 78,49 jadi 110 ke atas. Tinggi badan saat ini 158 cm akan jadi 165 cm. Bisa terwujud dengan MBG dengan baik dan benar.

Salam Inovasi 🇮🇩
Wayan Supadno
Pak Tani
HP 081586580630

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *