Sejenak…
Dulu dan Sekarang, Bali Milik Kita.
Waktu saya masih kecil atau hingga di SMA 1 Singaraja tahun 1984/1987
Jika dari Banyuwangi, mulai masuk Gilimanuk “terasa beda” sekali.
Hampir semua bangunan dan tatanan lain, selalu bercirikan Arsitektur Bali, se-Bali. Sungguh terasa metaksunya.
Tapi ..
Kemaren saya keliling Bali, sudah “sangat beda” jauh sekali. Berubah banyak.
Bagai di Jawa atau pulau lain non Bali saja.
Banyak bangunan makin dominan nuansa non Arsitektur Bali. Hotel, Bergaya Minimalis misalnya.
Insan Pers “harus hadir” tanggap berpikir dan menulis kritis sosial hal ini, demi Bali.
Sungguh …
Sangat disayangkan jika proses degradasi ini dibiarkan berlarut, budaya Bali tiada duanya di atas bumi ini.
Ibarat kita melangkah..
Jika abai dan tidak konsisten dari tujuan awal “Ajeg Bali”, kita tahu kemana arahnya.
Seolah…
“De Runguange Bli/Jangan Didengarkan Kang”…😃😃🫢
Rahayu 🙏
Wayan Supadno
Pak Tani