Sudah berulang kali saya sampaikan kepada kawula muda baik melalui artikel seperti ini, lewat video singkat, melalui pembekalan wisudawan, seminar dan kuliah umum. Betapa sangat pentingnya ” Merk Perorangan ” agar semua urusan bisnisnya dapat kemudahan.
Sehingga hukumnya ” wajib ” membangun merk perorangan. Tanpa kenal waktu dan lelah. Harus konsisten membangun merk perorangan melalui etika, karakter dan kapasitas diri yang mumpuni. Jika jadi pebisnis tanpa merk perorangan maka sangat melelahkan. Karena ” tidak dipercaya ” publik, utamanya mitra bisnisnya.
Berikut ini, contoh nyata lapangan bisa diambil ilmu hikmahnya ;
1). Distributor Sarana Pertanian.
Orang lain pakai dana jaminan dan membayar dulu baru dikirim barang pesanannya. Mr X, karena punya merk perorangan terpercaya boleh dibayar 1 bulan setelah barang pesanan diterima. Lalu main strategi agar barang laku terjual semua sebelum tagihan jatuh tempo. Laba banyak karena orderan banyak.
Tumbuh aset bisnisnya dengan pesat buka cabang di banyak daerah, tanpa modal karena barangnya pabrik. Begitu juga pabrik senang karena barangnya dipasarkan maka makin banyak testimoni kesuksesan penggunanya. Nama pabrik dan produknya makin populer jadi ujung tombak membangun cashflow yang sehat.
2). Supplier Pabrik.
Karena bertahun – tahun menjaga kepercayaan. Dengan cara menerapkan 5K 1H yaitu kualitas, kuantitas, kontinuitas, kecepatan dan ketepatan spesifikasi bahan baku sesuai komitmen serta harga yang kompetitif. Merk perorangannya terbentuk. Nah, merk perorangan inilah diberdayakannya. Diproduktifkan.
Tidak jarang ada kebutuhan dana mendadak jumlah besar. Pinjam ke pabrik dibayar angsur pakai bahan baku pabrik. Cukup telpon saja spontan cair kontan. Tanpa ribet dan agunan/kollateral. Semua berjalan seperti itu bertahun – tahun walaupun tanpa saling jumpa. Karena merk perorangan.
3). Pebisnis Ekspedisi.
Berawal dari leasing 2 unit truk. Sekarang di atas 30 unit, parsial non leasing. Walaupun baru 11 tahun yang lalu dimulai. Karena dipercaya perusahaan leasing mobil. Selama 2 tahun pertama tiada pernah menunda 1 haripun angsurannya. Akhirnya dapat kuota, fasilitas kredit mobil makin banyak. Bahkan yang baru diangsur 1 tahun di top up agar maksimal.
Pendek kata ada truk bekas nilainya Rp 400 juta, dapat fasilitas kredit juga Rp 400 juta. Karena kepercayàan membentuk merk perorangan. Begitu juga 7 unit excavatornya, bahkan pekerjaan yang mencarikan pekerjaan agar terus kerja produktif bisa mengangsur justru dari pihak bank. Pebisnisnya, didorong maju terus.
4). Pebisnis Properti.
Karena punya empirik panjang produknya rumah dan ruko sudah banyak terbeli masyarakat. Seakan begitu mudahnya cetak uang triliunan/tahunnya. Karena merk perorangannya sudah terpatri kuat di dalam memori masyarakat luas. Namanya harum. Tanahnya milik rekanan, dana pembangunan milik konsumen dan pelaksana para pemborongnya.
Konkretnya, membangun ruko di Cibubur harga Rp 7 miliar jumlah 360 unit baru iklan, 3 hari langsung terjual semua. Sold out. Saya lihatnya cuma bisa tersenyum dan geleng kepala saja. Padahal dulunya harga tanah cuma Rp 20.000/meter sekarang dihargai Rp 20 juta/meter. Sekali lagi, ini bisa terjadi karena kuatnya merk perorangannya.
Ilmu hikmahnya, anak muda harus bisa menyimpulkan apa ilmu yang terkandung pada kisah di atas. Jadi bekal untuk ” menggembalakan ” badan diri sendiri agar mau terus konsisten menjaga nama baik demi merk perorangan. Agar bisnisnya lancar jaya. Jika merk perorangan terbentuk, tidak mustahil sekejap akan berubah bisa mengkaryakan banyak pengangguran. Karena mampu menggajinya.
Salam Inovasi 🇮🇩
Wayan Supadno
Praktisi Agribisnis
HP 081586580630