Kalau malam pas senggang saya sempatkan nonton youtube, yang nuansanya menambah iptek, wawasan dan hal lainnya yang positif saja. Membekali diri agar bisa adaptasi dengan dinamikanya perubahan saat ini.
Tiga malam lalu, saya menyimak Helmi Yahya Bicara. Jujur, saya terkesima waktu bicara dengan Davyn 22 tahun. Alumni S2 di Amerika Serikat. Fokus pada AI (Artificial Intelligence). Saya tidak nyambung. Bisanya cuma terkesima. Pemuda hebat.
Umurnya hanya setara anak saya yang kedua, yang baru kelar pascasarjana S2. Tapi wawasannya jauh di atas sana, global dan visioner banget. Hal teknis AI, apalagi ini. Karena masternya, saya cuma bisa bangga ada Pemuda Indonesia seperti Davyn ini.
Wajar sekali Davyn dapat penghargaan sebagai Ikon Prestasi Pancasila dari Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP). Ipteknya mumpuni, nampak jelas mental kecintaannya kepada Tanah Air. Jika Indonesia punya banyak seperti Davyn, tidak pakai lama jadi negara maju.
Begitu juga saat saya belajar tentang Indonesia ratusan tahun silam. Belajar nyimak ke Mbak Nur Khotimah, anak muda. Luar biasa juga. Alumni pascasarjana Arkeologi UGM Yogyakarta. Bisa berkisah sejak awal sejarah Nusantara.
Dengan sangat detail bisa mengurai sejarah Indonesia sejak jaman dulu kala. Berikut silsilah dan falsafahnya. Dari masa ke masa, dari wangsa ke wangsa. Betapa banyak ilmu di masa lampau. Leluhur kita hebat. Berbagai candi peninggalan membuktikannya.
Saat pulang ke Banyuwangi. Saya kagum dengan anak muda, Dana namanya. Mantan TKI Jepang. Saat ini petani buah naga. Semua pakai teknologi. Lampu, sumur bor dan dasar pupuk cocopeat serta mikroba. Buahnya lebat. Joss gandos, pokoknya.
Walaupun masih muda belia belum nikah, nampak ” manusia pembelajar ” di buku maupun di kebunnya. Apapun saya tanyakan dijawab dengan ikhlas detail logis ilmiah. Tanpa warisan, sawahnya beli dari tabungan saat di luar negeri. Mental inovatifnya tinggi.
Para Leader, di usaha saya. Juga muda semua. Tiada yang di atas 35 tahun. Selalu saya rangsang agar bisa inovatif. Apapun sarana prasarananya akan saya dukung, saya belikan sepanjang makin inovatif. Asal ada dasar kajiannya. Sebagai dasar keputusan saya.
Analisa perbandingan estimasi cashflownya. Perbandingan ” cost and benefit ” analisanya jelas. Mental membangun daya nalar analisis dan percepatan adaptif dengan inovasi hal mutlak. Sehingga terbangun daya juang sinergis untuk makin kompetitif.
Harapan saya agar terwujud, yaitu jangan membuat kesibukan saya. Jadikan saya pengangguran. Usahakan tanpa banyak melibatkan saya dalam mengurus usaha, tapi mampu berjalan sesuai harapan bersama. Jadi kesempatan emas belajar dan berlatih jadi pengusaha.
Sehingga ke depan jika mereka juga jadi pengusaha sudah skill semua. Terpenting punya nyali untuk membangun lahirnya intuisi ide gagasan bisnis. Utamanya menekan harga pokok produksi (HPP) agar laba makin tambah.
Sekaligus agar pada punya nyali berani merekrut, menghargai bawahannya dan memecat bawahannya dengan ” tidak hormat ” jika ada pelanggaran berat. Ini saya delegasikan kepada para Komandan lapangan di usaha saya.
Kadang, sebagian dari kita tidak menyadari bahwa hidup bukan sekedar cukup untuk diri sendiri saja. Tapi juga butuh iptek yang dipraktikkan berulang kali hingga terampil yang manfaatnya bisa dirasakan oleh orang lain dan alam semesta ciptaan-Nya.
Salam Inovasi 🇮🇩
Wayan Supadno
Pak Tani
HP 081586580630