Tue. Mar 3rd, 2026

SAYA MAU LATAH

ByWayan Supadno

May 14, 2023

Kemarin pagi, saya mengajak 2 staf dan anak istri studi banding hal maggot BSF integrasi ikan, ayam dan sayur organik. Sampah limbah organik dapur diubah jadi maggot lalu jadi ikan ayam sayur. Sangat membahagiakan, bermanfaat.

Lokasinya tidak jauh dari rumah saya di Cibubur. Hanya 20 menit saja. Usaha milik Bapak Elexius, Bapak Mark Sungkar bekerja sama dengan tanah milik Kementerian Pertahanan. Puluhan hektar. Nuansa Smart Farming.

Dikelola oleh puluhan orang. Terpimpin oleh belasan anak muda belia. Multi sarjana dan multi alma mater. Solid dan sinergis. Terasa kalau mereka sarjana pada bidangnya, tiap kali saya bertanya, jawabnya dengan cepat cerdas ilmiah.

Maksud tujuan kami studi banding ke Pusat Riset dan Aplikasi Biokonversi di Cisaat Bekasi kemarin pagi. Membekali diri. Karena mau investasi ternak Angsa, Entog dan Ayam Kampung di Pangkalan Bun Kalteng, basis limbah sawit.

Bagian dari upaya nyata memenuhi kebutuhan pasar terhadap protein murah mencegah stunting, kerdil kurang protein hewani. Karena sawit di Kalimantan luas, limbah organik berlimpah dan tahu persis bahwa sawit nol limbah. Pola pikir ini, kuncinya.

Limbah sawit bukan ancaman, justru peluang emas bagi saya. Selama ini limbah sawit saya jadikan pakan sapi dan pupuk di kebun. Ke depan mau saya jadikan pakan angsa, entog dan ayam kampung. Agar harga pokok produksi (HPP) rendah. Agar laba tambah, cepat ekspansi lagi.

Hal menarik, saya melihat Maggot BSF diternakkan untuk pakan ayam petelur. Kuningnya banyak yang ganda dan mengandung Omega 3. Ini solusi konkret agar tidak stunting, pertumbuhan balita cepat, sehat dan cerdas. Wajar telurnya selalu kehabisan. Luar biasa.

Begitu juga dalam angan rencana saya. Mau riset dan mengembangkan persilangan antara Angsa dan Entog agar selalu jumbo. Ayam Kampung Unggulan Balitbangtan (KUB) saya silangkan Ayam Bangkok yang anatominya besar jangkung.

Besar harapan saya, akan jadi solusi terhadap kebutuhan protein hewani yang makin besar. Impor daging kerbau India makin meroket. Ini sangat disayangkan potensi pasar besar kalau hanya jadi pangsa pasar negara lain, dalam menyejahterakan warga negara lain.

Solusinya tidak cukup sebatas dipikirkan, dikeluhkan dan didiskusikan tiada henti. Apalagi pintarnya hanya menyalahkan. Harus konkret keteladanan lapangan dengan dasar niat baik dijabarkan dalam pikiran, perkataan dan perbuatan yang selaras.

Jika sudah ada keteladanan nyata lapangan niscaya banyak masyarakat yang akan latah baik. Meniru. ATP atau ATM. Amati Tiru Plek atau Amati Tiru Modifikasi. Sekecil mungkin bukan masalah asal dari diri sendiri dan sekarang juga. Niscaya bermanfaat bagi orang lain.

Salam 🇮🇩
Wayan Supadno
Pak Tani
HP 081586580630

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *