Inovasi pada hakikatnya invensi hasil riset atau penelitian yang sukses dihilirisasikan atau dikomersialisasikan. Implikasinya banyak sekali. Idealnya makin menghadirkan kebahagiaan, kemanfaatan, kemakmuran dan lainnya. Termasuk kemakmuran bagi masyarakat luas, penggunanya.
Karena asas dari inovasi idealnya menjabarkan ” suara hati nurani ” para penelitinya. Dengan langkah – langkahnya pada pra riset melakukan kajian pasarnya, fisibilitas keekonomian dan daya kemanfaatan dibanding kontrol atau kompetitornya. Barulah riset dimulai.
Contoh ;
1. Cocopeat dan batang pisang.
Serat batang pisang dan cocopeat serbuk sabut kelapa. Awalnya hanyalah limbah jadi beban masyarakat. Jadi pembalut wanita makin mendunia. Luar biasa laku keras bernilai ekonomi tinggi makin besar pangsa pasarnya, meroket omzet dan labanya. Berkat riset dan inovasi.
Karena mampu ” menyajikan selling point ” ke penggunanya di seluruh dunia. Otomatis merebut omzet milik kompetitornya yang tidak ramah lingkungan dan lebih mahal. Implikasinya pengguna makin sehat, lingkungan lestari dan pemain bisnis yang terlibat makin makmur adanya.
2. Cangkang sawit.
Dulu sebelum tahun 1995 cangkang sawit hanya jadi sampah berserakan. Bahkan menggunung di pabrik kelapa sawit (PKS). Berkat riset sederhana uji kalori. Menggeser peran batu bara. Padahal potensinya 240 juta ton TBS/tahun x 7% rendemen = 17 juta ton/tahun.
Implikasinya, selain ramah lingkungan dan berkelanjutan. Juga menekan harga pokok produksi (HPP) pabrik yang memakai broiler. Otomatis produk akhir dari industri makin kompetitif, harga saham makin naik dan kemakmuran juga terdongkrak nyata.
3. Remediasi lahan tandus.
Dulu puluhan tahun lahan terlantar tidak produktif karena bekas pembalakan dan penambangan. Diterapkan remediasi, kembali menyehatkan dan menyuburkan lahan. Hanya dengan bahan organik limbah ternak diperkaya mikroba Organox, Bio Extrim dan Hormax.
Ditutup plastik mulsa agar lembap air cukup sekaligus pembiakan mikroba cepat massal koloni tinggi hanya pada larikan guludan tanam saja. Semua tanaman, buah naga, sayuran dan ketela rambat. Hasilnya super duper sehat jumbo, akibat pembelahan sel kuadran (sitokinesis poliploidi).
Itu akibat sitokinin dan giberelin pada Hormax. Bisa tanpa pupuk kimia karena ada pengganti urea yaitu Azospirillum, Azotobacter, Rhizobium. Ada pengganti KCl, SP36 dan pestisida karena ada Pseudomonas, Bacillus, Trichoderma. Pada Bio Extrim. Petani makmur.
4. Peternakan dan pakannya.
Dulu ayam kampung hanya bisa menghasilkan 70 ekor anakan dalam setahun. Berkat ada inovasi ayam kampung KUB (Kampung Unggul Balitnak) bisa 180 ekor anakan/induk/tahun. Padahal sesama ayam kampung. Sapi Gama dari UGM juga luar biasa, tumbuh besar berotot ganda.
Pakannya, hijauan pakan ruminansia sapi kerbau kalau hanya rumput gajah biasa hanya 150 ton/ha/tahun, itu pun proteinnya hanya 5%. Kalau inovasi dari UGM Gama Umami bisa 700 ton/ha/tahun dengan protein 16%. Bungkil sawit dulu limbah, saat ini jadi devisa pakan ternak top markotop. Peternak tanpa lelah keliling mencari rumput, bisa makmur juga.
Salam 🇮🇩
Wayan Supadno
Pak Tani
HP 081586580630