Wed. Mar 4th, 2026

Sungguh kita patut bersyukur, data BPS September 2023, dilaporkan inflasi Indonesia masih ” sangat terkebali ” 2,51%. Dibandingkan negara lain Argentina 133%, Turki 72,86%. Walaupun tren harga barang konsumsi terus menakutkan karena lagi meroket saat daya beli rendah.

Sisi lain lagi, barang impor membanjiri Indonesia. Menguras cadangan devisa sekaligus mengerek inflasi. Pertanda banyak hal di Indonesia tidak punya daya saing dan belum berdaulat. Belum swasembada. Banyak kesempatan kerja tereduksi oleh barang impor yang lebih murah.

Produk kita lagi diuji di pasar kompetitif atau tidaknya. Kompetitifnya diadu kontan dengan kompetitor di era globalisasi dengan digitalisasi. Di banyak tempat pusat perbelanjaan dan grosir tutup akibat kalah bersaing. Bahkan dengan pasar dunia maya. Pengangguran massal tercipta lagi.

Implikasi dari makin banyak pengangguran, maka terlihat makin banyak kredit macet di perbankan, NPL naik. Artinya tiada daya beli, termasuk membayar kewajiban rutinnya membayar angsuran KPR rumah dan leasing kendaraan. Ini gejala sangat serius.

Apalagi ada kebijakan pembatasan pembelian jumlah tertentu khusus untuk beras. Seolah memberi pesan bahwa stok beras sangat terbatas, jangan ada rush, pembelian dadakan massal darurat. Jika ini terjadi makin membuat suasana panik. Harus tenang ikuti petunjuk pemerintah yang tahu persis antara stok dan kebutuhan pasar riilnya.

Ditambah lagi kekesalan rakyat, karena hartanya dirampok dicuri dipakai semaunya oleh oknum pemimpinnya. Konkretnya Mentan dan beberapa pejabat teras Kementan jadi tersangka KPK. Ditambah lagi ada berita rumdis Menteri Perdagangan juga digeledah KPK. Rakyat sedang susah, oknum pemimpinnya urakan.

Sejujurnya, saya selaku petani/peternak yang banyak dapat banyak penghargaan dan terakhir Satyalencana Wira Karya 2023, peran saya membantu tupoksinya Kementan. Saya sangat kecewa. Sekali lagi, kecewa dan hati saya terluka. Perjuangan semangat kami petani/peternak dikhianati.

Kurang predikat apa lagi, sudah jadi Menteri, Profesor dan Haji. Ini pertanda sudah sangat dimuliakan oleh Tuhan Yang Maha Esa. Kok masih kurang saja dalam pengendalian integritasnya. Apakah tidak percaya anaknya kelak bisa cari rejeki sendiri secara mandiri, hingga harus korupsi. Karena bukankah kita kerja buat anak istri.

Besar harapan saya kepada segenap sahabat Pak Tani dan Kawula Muda, agar tetap semangat berkarya nyata nuansa inovatif entrepreneurship di dunia pertanian milik kita ini. Hasil karya kita sangat dinantikan oleh segenap rakyat Indonesia. Keluarga besar kita, orang tua, anak istri sangat menghargai dan bersyukur dengan kiprah kita selama ini.

Sekali lagi, mari kita syukuri apapun keadaan kita saat ini sebagai keluarga petani/peternak. Yang penting terhormat dan cukup serta bermanfaat nyata bagi sesama maupun alam semesta ciptaan Nya ini. Mari kita menahan diri dan mengajak sekitar kita makin konret ikut berpartisipasi produktif. Hanya dengan niat baik dan kesungguhan baru menuai hasilnya.

Ingat, daya saing kita lagi diuji di pasar globalisasi saat ini. Yang inovatif maka yang kompetitif. Maka kita harus terus tiada henti makin inovatif dan bersinergis lagi. Miliki yang dicintai dan cintai yang dimiliki, negeri agraris nan besar teramat indah ini, milik kita.

Salam 🇮🇩
Wayan Supadno
Pak Tani
HP 071586580630

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *