Sejak tahun 1995, saya mengawali usaha. Terpaksa harus menerapkan manajemen jarak jauh dan berbagi peran. Karena saat itu sangat sibuk jadi anggota militer di Rindam l/BB Pematang Siantar Sumut. Jika tanpa itu maka tanpa bisa punya usaha. Prinsipnya, dinas militer dan usaha harus sama jalannya.
Saat itu beragam usaha dijalani. Di antaranya jual beli pinang diekspor, karung bekas ke kilang padi, cangkang sawit ke pabrik kertas bahan pemanas boiler, sekam padi campuran cangkang sawit, beras ke PTPN, ikan mas dan batu kapur pemutih kertas/pulp. Juga benih kacang – kacangan PJ, penutup lahan perkebunan.
Semua usaha harus bisa berjalan dan produktif. Tanpa mengganggu dinas militer. Karena menerapkan bagi tugas dan bagi rezeki, ada gaji tetap dan bonusan bagi pengelola bisnis. Maksud tujuannya agar ada kepastian pendapatan gaji tiap tanggal 30 buat mereka, juga ada daya rangsang makin semangat produktif karena ada bonus jika melampaui target.
Sama halnya, saat tahun 2000 an. Saat punya usaha rumah sakit, klinik dan apotek serta properti. Di Pekanbaru Riau, juga bagi peran. Apalagi usaha tersebut nuansanya sangat teknis. Saya tahunya hanya memutuskan kebijakan strategi. Lainnya dikelola oleh manajemen. Agar makin profesional dan cepat berkembang.
Ditambah lagi posisi saya saat itu sebagai Wakil Kepala RS Tentara Pekanbaru Riau. Juga sangat menyita segalanya. Waktu, tenaga dan pikiran. Tapi usaha juga harus jalan, karena jumlah karyawan ratusan orang. Sehingga lebih mengalah saja, paling hanya sebulan sekali saja perlu rapat koordinasi kaji ulang dan perencanaan.
Sejak tahun 2008, pindah tugas ke Jakarta. Juga harus tetap punya usaha. Harus juga Tim Pemikir yang mengelola usaha. Tanpa perlu saya terlalu banyak ikut campur. Karena peran saya sebagai Perwira Peneliti di Labiomed TNI AD. Maka saya manfaatkan sebaik mungkin membuat penelitian juga.
Saya fokuskan di bidang pupuk hayati/mikroba. Yang hasilnya hingga saat ini populer di pasar masyarakat petani peternak dengan merek dagang Hormax, Bio Extrim, Bomax dan Organox. Termasuk di online. Formulasi dan produksinya juga berbagi peran. Sangat jarang saya ke pabrik pupukku, paling 6 bulan sekali saja.
Saat ini juga berbagi peran dengan manajemen yang saya bentuk. Domisili di Cibubur tapi usahanya banyak di Kalimantan Tengah. Praktis mesti jarang ke kebun dan kandang sapi maupun kolam ikan patin. Banyak dipercayakan ke kawula muda. Saya sengaja kawula muda semua, maksimal usia 35 tahun. Agar ada kemerdekaan berimprovisasi mandiri.
Yang harapannya kelak, para kawula muda tersebut, juga pada jadi pengusaha. Karena terdidik dan terlatih menggerakkan usaha tanpa banyak melibatkan saya secara langsung. Belajar dan berlatih. Praktik langsung di lapangan ilmu teknologi inovasi adalah hal sangat – sangat berharga. Tiada dijual di toko.
Contoh.
Saat ini sedang membangun usaha ekonomi sirkular nol limbah. Di tengah kebun alpukat, durian dan sawit dibangun kandang sapi, kandang maggot BSF dan kolam ikan patin. Integrasi, limbah dijadikan komoditas bernilai yaitu jadi pakan dan pupuk. Limbah sawit jadi pakan sapi dan maggot BSF. Lalu maggot BSF jadi pakan ikan patin.
Agar harga pokok produksi (HPP) rendah karena hilirisasi hasil riset agar jadi inovasi membumi, lalu kompetitif. Bisa sejahtera dan betah jadi sumber inspirasi kawula muda. Ini hal penting. Mereka lebih ahli dan skill hal IT, Drone dan lainnya. Saya leadershipnya saja.
Sehingga peran saya hanya sebatas intuisi ide gagasan bisnis saja. Peran manajemen para kawula muda membuat kajian hasil intelijen pasar, estimasi cashflow, perencanaan, organisir, pelaksanaan dan kontrol kaji ulang finalnya. Ambil ilmu hikmahnya jadi bekal melangkah lagi yang makin sempurna lagi.
Tentu yang rutin jadi pekerjaan saya adalah kendali cashflow. Karena itulah nadi usaha. Itulah biang masalah jika tanpa dikendalikan dengan disiplin dan cermat. Agar pada setia dan antusias produktif ” Hukum Reward and Punishment ” harus ditegakkan. Selain kendali cashflow, saya cukup jalan – jalan saja, dolanan WA, ngajar di banyak kampus dan misi kemanusiaan atau keluarga yang utama pertama.
Prinsip, dalam bisnis agro pilih inovatif atau mati usahanya karena tidak kompetitif. Pilih kerdil terbonsai usahanya karena tidak bisa percaya kepada orang lain sebagai manajemen pengelola usaha, atau cepat berkembang usahanya karena didelegasikan parsial perannya owner ke manajemen. Tiada superman, adanya superteam. Semoga ada manfaatnya bagi kawula muda, para pengusaha pemula.
Salam 🇮🇩
Wayan Supadno
Pak Tani
HP 081586580630