Wed. Mar 4th, 2026

Seorang sahabat menduduki posisi direksi di perusahaan raksasa di negeri ini. Kebetulan saham dominan milik asing. Laba perusahaannya triliunan per tahunnya. Sering berkunjung ke rumah saya di Cibubur, sehingga kami sekeluarga sangat akrab dengan keluarganya.

Sering kami diskusi, hal – hal kecil hingga hal sangat besar skala makro nasional hingga global. Guna memperkaya wawasan dan ilmu terapan lapangan. Sehingga bisa mengikuti pola kelola usaha milik konglomerat. Termasuk kaderisasi calon pemimpin di perusahaannya.

Berkisah di perusahaannya, seorang pemimpin mulai dari staf hingga manajer apalagi direksi. Pasti alumni kampus hebat. Karena setiap membuka lowongan pada posisi staf ke atas selalu ditentukan hanya alumni 50 kampus terhebat di Indonesia. Bahkan dengan syarat IPK minimal 3,0. Selain itu gugur otomatis.

Ada prosedur standar operasional (SOP) dalam perekrutan. Memakai sistem dan itu baku tidak bisa dilanggar oleh siapa pun juga, karena komputerisasi. Kesimpulan di atas bahwa manajer, tim ahli/riset dan direksi pasti dari orang – orang hebat. Nilai IPK 3,0 ke atas dari kampus 50 terbaik Indonesia.

Kagum mendengarkan. Hidup pilihan, perusahaan besar milik konglomerat juga berhak memilih orang – orang terbaik, agar produktivitasnya terbaik. Sehingga perusahaan besarnya makin besar lagi. Jadi terbaik kelas dunia. Terdiam saat bercerita ternyata pemilik sekaligus pendirinya bukan alumni kampus hebat.

Artinya kisah di atas memberi ilmu hikmah. Ternyata tim sukses atau tim pemikir, yang memikirkan dan membesarkan perusahaan besar agar makin besar lagi, itu milik para konglomerat. Ternyata orang – orang hebat, lulusan terbaik dan 50 kampus terbaik di Indonesia ini. Pantaslah. Itu esensinya.

Berkisah begitu, sahabatku belum puas. Masih disambung bahwa yang lulusan kampus hebat pascasarjana juga banyak yang antri melamarnya. Jika hebat pada bidang teknis agar makin hebat lagi, dipercaya pada Divisi Riset. Banyak yang dapat beasiswa meningkatkan strata pendidikannya hingga pascasarjana S3. Luar biasa.

Agar ada kaderisasi terukur hebatnya. Banyak perusahaan raksasa milik konglomerat tersebut. Memberikan beasiswa program ilmu terapan politeknik D3 siap pakai. Jumlahnya bukan main – main tiap tahunnya, bisa ratusan. Siap jadi tim sukses pada kelas menengah. Ini sangat strategis.

Agar terbangun hubungan emosional. Juga tidak jarang mendanai riset pada topik khusus kepada mahasiswa pascasarjana mau lulus S3 di kampus hebat – hebat. Artinya memang makin sempurna bahwa konglomerat makin menggurita usahanya tidak lepas karena kontribusi kampus terhebat di Indonesia.

Sistem iklim usaha di perusahaan besar milik konglomerat. Agar ada daya dukung para orang hebat dari kampus hebat – hebat memang dibuat karena ada peluang. Untuk mengelola multi potensi bisnisnya. Dengan orang – orang hebat maka semua target besarnya mudah terwujud. Apalagi jika sering ngopi dengan orang besar yang hebat.

Kesimpulan di atas, perusahaan raksasa yang makin menggurita ternyata owner/pemiliknya secara pendidikan formal bukan orang hebat dari alumni kampus hebat. Semua manajer, staf pelaksana, hingga direksinya sengaja dipersiapkan dari alumni 50 kampus terhebat di Indonesia.

Maka saya hanya tersenyum saja, jika pendidikan formal hebat dianggap satu – satunya indikator kehebatan seseorang. Toh dari kisah di atas mewakili banyak kenyataan lapangan di Indonesia. Tanpa perlu dijelaskan, siapa sesungguhnya yang hebat. Silahkan didiskusikan dengan hati sendiri. Di sana ada jawabannya.

Salam 🇲🇨
Wayan Supadno
Pak Tani
HP 081586580630

One thought on “ANTARA OWNER DAN MANAGER”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *