Semalam, 10 Juni 2022. Tender lelang CPO di PKBN gagal transaksi. Karena yang menawar CPO tertinggi hanya harga sekitar Rp 12.000/kg dari permintaan Rp 15.000/kg. Padahal CPO di Malaysia moncer Rp 21.900/kg. Itu sebab PKS tutup, TBS petani tidak laku atau harga murah Rp 1.200/kg.
Hari ini justru Indonesia banyak ekspor benih sawit hasil riset (inovasi) ke berbagai negara pengimpor produk sawit dari Indonesia. Negara – negara tersebut saat ini sedang mengembangkan kebun sawit skala jutaan hektar.
Karena mereka pada sadar bahwa sawit adalah masa depan dunia. Sawit bisa jadi pangan, energi terbaharukan, kosmetik dan farmasi dengan 146 produk turunannya. Sehingga jadi sumber pendapatan negara berupa pajak maupun bukan pajak.
Hari ini juga, Malaysia lagi membuat strategi asimetrisnya Indonesia. Pajak ekspor diminimalkan dan pangsa pasar ekspor dimaksimalkan agar dapat devisa sebanyak mungkin. Rekayasa teknologi agar bisa menekan biaya produksi (HPP) nya.
Bagaimana dengan di Indonesia pemilik sawit 16,38 juta ha, terluas di dunia, utamanya pada 8 bulan terakhir ?
1. Migor langka sejak diberlakukan peraturan harga eceran tertinggi (HET) hingga saat ini. Walaupun sudah terbit permendag berulang kali. Karena melanggar hukum pasar. Maunya harga murah di luar logika di bawah biaya produksi lalu pasar tidak berpihak migor langka.
2. Petani bangkrut massal jutaan KK kebunnya terbengkalai dan pekerja sawit rombongan mau jadi TKI sawit Malaysia karena pabrik kelapa sawit (PKS) minimal 37 unit tutup bangkrut. PKS yang belum tutup hanya menghargai sawit petani Rp 1.200/kg di bawah HPP Rp 1.800/kg.
3. Karena tiada ekspor CPO dan migor pendapatan negara pajak dan bukan pajak drop total nyaris tiada lagi pada 2 bulan ini. Padahal biasanya devisa Rp 43 triliun/bulan. Pajak dan pungutan ekspor Rp 26 triliun/bulan. Pendapatan masyarakat ludes. ” Saya, tiada hari tanpa dapat keluhan, jeritan, rintihan dan tangisan derita para petani “.
4. Paling mengkhawatirkan ” dismotivasi partisipasi ” masyarakat membangun negerinya sendiri. Karena yang sudah madani terkondisikan kembali jadi TKI (Indon) Malaysia. Rasa bersalah luar biasa beratnya di hati nurani. Percepatan majunya sebuah bangsa berawal dari kecintaan dengan berbuat nyata.
Salam 🇲🇨
Wayan Supadno
Pak Tani
HP 081586580630



