Mon. Mar 2nd, 2026

Hari ini Selasa, 14 Juni 2022, di Kampus UGM Yogyakarta ada acara Pengukuhan Guru Besar Prof Gede Bayu Suparta, kebetulan saya dapat undangan dan tiada sangka ternyata sekalipun profesi Pak Tani dapat tempat VIP, ternyata petani dapat perhatian terhormat. Mengharukan.

Turut bersyukur dan bangga karena Prof. Gede Bayu Suparta dalam pidato ilmiahnya mengangkat topik pembangunan manusia berkualitas melalui pendekatan ilmu fisika citra. Mengajak memuliakan kemanusiaan agar makin taqwa kepada Nya dan cinta lingkungan.

Sungguh, makin hormat yang tinggi kepada para Akademisi, saat acara formal Ketua Dewan Guru Besar UGM Yogyakarta secara khusus terurai, menyebut nama saya sebagai petani. Selama ini petani seolah marginal. Bahkan dipandang dengan sebelah mata karena kadang jadi simbol si miskin, bodoh, kalah dan lainnya.

Persis di Kampus ITS Surabaya Dies Natalis 2020, disebut nama saya dengan begitu rasa hormat sebagai Pak Tani. Oleh Rektor Prof. Ashari, saat itu saya terpilih jadi Ikon Kepahlawanan di Tengah Masyarakat. Di ITB Bandung, Wakil Rektor sekaligus Dewan Pengarah BRIN Prof. I Gede Wenten juga mengatakan bahwa petani patut ditauladani karena telah banyak berbuat.

Artinya, bukan semata – mata kebetulan saya yang jadi objeknya. Tapi jauh lebih penting bahwa Insan Ilmuwan telah terdepan menghargai petani bagian penting bangsa Indonesia ini. Sebagai produsen pangan. Padahal pangan soal hidup matinya sebuah bangsa (Bung Karno, IPB 1952). Semoga kisah di atas mengilhami agar semua makin cinta petani Indonesia.

Salam 🇲🇨
Wayan Supadno
Pak Tani
HP 081586580630

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *