{"id":5425,"date":"2026-05-01T08:06:43","date_gmt":"2026-05-01T01:06:43","guid":{"rendered":"https:\/\/bjafarm.com\/wordpress\/?p=5425"},"modified":"2026-05-01T08:06:43","modified_gmt":"2026-05-01T01:06:43","slug":"polemik-penutupan-prodi-perguruan-tinggi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/bjafarm.com\/wordpress\/polemik-penutupan-prodi-perguruan-tinggi\/","title":{"rendered":"Polemik Penutupan Prodi Perguruan Tinggi"},"content":{"rendered":"\n<p>Wayan Supadno<\/p>\n\n\n\n<p>Belakangan ini ada rencana mau dilakukan penutupan program studi di perguruan tinggi. Dianggap jawaban atas perubahan teknologi dan pasar tenaga kerja. Pendapat pro kontra rencana itu, hal biasa.<\/p>\n\n\n\n<p>Apalagi jika melihat data fakta bahwa selama ini antara 1,6 sd 2 juta wisudawan\/tahun ada lulusan perguruan tinggi. Ironisnya ada 14% atau satu juta lebih pengangguran terbuka justru dari alumni perguruan tinggi.<\/p>\n\n\n\n<p>Agar dapat ilmu hikmah bahan pembelajaran kita terhadap kehidupan nyata. Ini sangat penting agar ada referensi wawasan beda dari sudut pandang lain, yaitu dari pelaku usaha, saya sendiri.<\/p>\n\n\n\n<p>1). Pengusaha Agro.<\/p>\n\n\n\n<p>Sawit kita terluas di dunia 16,38 juta hektar dan pabrik kelapa sawit (PKS) ribuan jumlahnya. Sekalipun saya aktif organisasi di bidang sawit, baik petani maupun pengusaha sawit di Indonesia.<\/p>\n\n\n\n<p>Selama ini saya belum pernah kenal sarjana pertanian yang jadi pemilik kebun sawit luasnya di atas 500 hektar. Apalagi hingga punya PKS nya. Makin tidak ada lagi pemiliknya sarjana pertanian.<\/p>\n\n\n\n<p>Tapi jika sarjana pertanian saya cari di perbankan mulai dari yang baru direkrut hingga jadi direksi, bahkan yang mau pensiun. Banyak sekali yang sarjana pertanian, peternakan, perikanan dan agro lainnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Begitu juga yang jadi karyawan perusahaan sawit milik konglomerat, juga banyak sarjana pertanian. Jadi tim pemikir perusahaan milik konglomerat tersebut agar makin menggurita.<\/p>\n\n\n\n<p>2). Pengusaha Industri.<\/p>\n\n\n\n<p>Saya juga cukup aktif pada organisasi pada komunitas industriawan. Karena saya punya usaha juga di bidang itu. Selain bisnis agro di atas. Padahal industri pabrik di Indonesia ada jutaan.<\/p>\n\n\n\n<p>Sayangnya saya sangat sulit mau kenalan dengan pemilik\/owner pabrik industri inovatif yang sarjana industri, sarjana teknik kimia, sarjana ilmu tanah yang punya pabrik pupuk dan lainnya. Ini fakta pengalaman saya.<\/p>\n\n\n\n<p>Yang banyak saya kenal justru multi disiplin ilmu. Yang pasti para pengusaha tersebut adalah orang yang &#8220;punya nyali berani mengawali bisnis&#8221;. Bahkan non sarjanapun banyak teman saya jadi industriawan.<\/p>\n\n\n\n<p>Ada beberapa orang asing (PMA) yang hingga ingin sekali jadi WNI. Mereka berasal dari India, Korea Selatan dan lainnya. Kadang main ke rumah saya. Karyawannya banyak, happy jadi pengusaha di Indonesia, itu pengakuannya.<\/p>\n\n\n\n<p>Ilmu hikmah, ternyata yang dibutuhkan Indonesia bukan sarjana tertentu atau menghilangkan prodi tertentu. Tapi siapa yang bernyali mengawali bisnis. Butuh asupan entrepreneurship kuat.<\/p>\n\n\n\n<p>Jika ada 500.000 saja dari satu juta lebih sarjana pengangguran saat ini, jadi pengusaha lalu merekrut 50 orang saja, setara 25 juta dapat kerja. Buktinya Mas Paidi hanya STM, Mas Untung hanya SMP dan lainnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Mereka bayar pajaknya miliaran untuk APBN\/D dan efek domino lainnya. Juga karyawannya ratusan orang di antaranya sarjana termasuk alumni pascasarjana S2. Temasuk Akuntan dan Sarjana Hukum back up legalnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Karena dapat upah lalu daya belinya naik. Karena sibuk produktif dan bermanfaat. Maka jadi pandai bersyukur. Tanpa cipta limbah waktu, hanya menyalahkan dan mengeluh saja. Hidupnya bermanfaat untuk orang lain. Nyata adanya.<\/p>\n\n\n\n<p>Salam Inovasi \ud83c\uddee\ud83c\udde9<br>Wayan Supadno<br>Praktisi<br>HP 081586580630<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Wayan Supadno Belakangan ini ada rencana mau dilakukan penutupan program studi di perguruan tinggi. Dianggap jawaban atas perubahan teknologi dan pasar tenaga kerja. Pendapat pro kontra rencana itu, hal biasa. Apalagi jika melihat data fakta bahwa selama ini antara 1,6 sd 2 juta wisudawan\/tahun ada lulusan perguruan tinggi. Ironisnya ada 14% atau satu juta lebih [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":5426,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":[],"categories":[2],"tags":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v19.11 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Polemik Penutupan Prodi Perguruan Tinggi - Artikel Pak Tani<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/bjafarm.com\/wordpress\/polemik-penutupan-prodi-perguruan-tinggi\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Polemik Penutupan Prodi Perguruan Tinggi - Artikel Pak Tani\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Wayan Supadno Belakangan ini ada rencana mau dilakukan penutupan program studi di perguruan tinggi. Dianggap jawaban atas perubahan teknologi dan pasar tenaga kerja. Pendapat pro kontra rencana itu, hal biasa. Apalagi jika melihat data fakta bahwa selama ini antara 1,6 sd 2 juta wisudawan\/tahun ada lulusan perguruan tinggi. Ironisnya ada 14% atau satu juta lebih [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/bjafarm.com\/wordpress\/polemik-penutupan-prodi-perguruan-tinggi\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Artikel Pak Tani\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2026-05-01T01:06:43+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"http:\/\/bjafarm.com\/wordpress\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/IMG-20260501-WA0007.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1280\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"914\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Wayan Supadno\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Wayan Supadno\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"2 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/bjafarm.com\/wordpress\/polemik-penutupan-prodi-perguruan-tinggi\/\",\"url\":\"https:\/\/bjafarm.com\/wordpress\/polemik-penutupan-prodi-perguruan-tinggi\/\",\"name\":\"Polemik Penutupan Prodi Perguruan Tinggi - Artikel Pak Tani\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"http:\/\/bja.skom.id\/wordpress\/#website\"},\"datePublished\":\"2026-05-01T01:06:43+00:00\",\"dateModified\":\"2026-05-01T01:06:43+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"http:\/\/bja.skom.id\/wordpress\/#\/schema\/person\/b6cf4f2df37eff47886ef305eb09c884\"},\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/bjafarm.com\/wordpress\/polemik-penutupan-prodi-perguruan-tinggi\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/bjafarm.com\/wordpress\/polemik-penutupan-prodi-perguruan-tinggi\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/bjafarm.com\/wordpress\/polemik-penutupan-prodi-perguruan-tinggi\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"http:\/\/bja.skom.id\/wordpress\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Polemik Penutupan Prodi Perguruan Tinggi\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"http:\/\/bja.skom.id\/wordpress\/#website\",\"url\":\"http:\/\/bja.skom.id\/wordpress\/\",\"name\":\"Artikel Pak Tani\",\"description\":\"Artikel Wayan Supadno\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"http:\/\/bja.skom.id\/wordpress\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"http:\/\/bja.skom.id\/wordpress\/#\/schema\/person\/b6cf4f2df37eff47886ef305eb09c884\",\"name\":\"Wayan Supadno\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"http:\/\/bja.skom.id\/wordpress\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/a81db2a3a7c2d36607541422412d916a?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/a81db2a3a7c2d36607541422412d916a?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Wayan Supadno\"},\"sameAs\":[\"http:\/\/localhost\/wordpress\"],\"url\":\"https:\/\/bjafarm.com\/wordpress\/author\/admin\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Polemik Penutupan Prodi Perguruan Tinggi - Artikel Pak Tani","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/bjafarm.com\/wordpress\/polemik-penutupan-prodi-perguruan-tinggi\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Polemik Penutupan Prodi Perguruan Tinggi - Artikel Pak Tani","og_description":"Wayan Supadno Belakangan ini ada rencana mau dilakukan penutupan program studi di perguruan tinggi. Dianggap jawaban atas perubahan teknologi dan pasar tenaga kerja. Pendapat pro kontra rencana itu, hal biasa. Apalagi jika melihat data fakta bahwa selama ini antara 1,6 sd 2 juta wisudawan\/tahun ada lulusan perguruan tinggi. Ironisnya ada 14% atau satu juta lebih [&hellip;]","og_url":"https:\/\/bjafarm.com\/wordpress\/polemik-penutupan-prodi-perguruan-tinggi\/","og_site_name":"Artikel Pak Tani","article_published_time":"2026-05-01T01:06:43+00:00","og_image":[{"width":1280,"height":914,"url":"http:\/\/bjafarm.com\/wordpress\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/IMG-20260501-WA0007.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Wayan Supadno","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Wayan Supadno","Est. reading time":"2 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/bjafarm.com\/wordpress\/polemik-penutupan-prodi-perguruan-tinggi\/","url":"https:\/\/bjafarm.com\/wordpress\/polemik-penutupan-prodi-perguruan-tinggi\/","name":"Polemik Penutupan Prodi Perguruan Tinggi - Artikel Pak Tani","isPartOf":{"@id":"http:\/\/bja.skom.id\/wordpress\/#website"},"datePublished":"2026-05-01T01:06:43+00:00","dateModified":"2026-05-01T01:06:43+00:00","author":{"@id":"http:\/\/bja.skom.id\/wordpress\/#\/schema\/person\/b6cf4f2df37eff47886ef305eb09c884"},"breadcrumb":{"@id":"https:\/\/bjafarm.com\/wordpress\/polemik-penutupan-prodi-perguruan-tinggi\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/bjafarm.com\/wordpress\/polemik-penutupan-prodi-perguruan-tinggi\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/bjafarm.com\/wordpress\/polemik-penutupan-prodi-perguruan-tinggi\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"http:\/\/bja.skom.id\/wordpress\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Polemik Penutupan Prodi Perguruan Tinggi"}]},{"@type":"WebSite","@id":"http:\/\/bja.skom.id\/wordpress\/#website","url":"http:\/\/bja.skom.id\/wordpress\/","name":"Artikel Pak Tani","description":"Artikel Wayan Supadno","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"http:\/\/bja.skom.id\/wordpress\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"http:\/\/bja.skom.id\/wordpress\/#\/schema\/person\/b6cf4f2df37eff47886ef305eb09c884","name":"Wayan Supadno","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"http:\/\/bja.skom.id\/wordpress\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/a81db2a3a7c2d36607541422412d916a?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/a81db2a3a7c2d36607541422412d916a?s=96&d=mm&r=g","caption":"Wayan Supadno"},"sameAs":["http:\/\/localhost\/wordpress"],"url":"https:\/\/bjafarm.com\/wordpress\/author\/admin\/"}]}},"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/bjafarm.com\/wordpress\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/IMG-20260501-WA0007.jpg","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/bjafarm.com\/wordpress\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5425"}],"collection":[{"href":"https:\/\/bjafarm.com\/wordpress\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/bjafarm.com\/wordpress\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bjafarm.com\/wordpress\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bjafarm.com\/wordpress\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=5425"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/bjafarm.com\/wordpress\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5425\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":5427,"href":"https:\/\/bjafarm.com\/wordpress\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5425\/revisions\/5427"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bjafarm.com\/wordpress\/wp-json\/wp\/v2\/media\/5426"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/bjafarm.com\/wordpress\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=5425"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/bjafarm.com\/wordpress\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=5425"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/bjafarm.com\/wordpress\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=5425"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}