{"id":405,"date":"2022-10-14T13:16:00","date_gmt":"2022-10-14T06:16:00","guid":{"rendered":"http:\/\/bja.skom.id\/wordpress\/?p=405"},"modified":"2022-12-13T13:24:22","modified_gmt":"2022-12-13T06:24:22","slug":"portofolio-risiko-pangan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/bjafarm.com\/wordpress\/portofolio-risiko-pangan\/","title":{"rendered":"PORTOFOLIO RISIKO PANGAN"},"content":{"rendered":"\n<figure class=\"wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio\"><div class=\"wp-block-embed__wrapper\">\n<iframe loading=\"lazy\" title=\"Wayan Supadno - Portofolio Risiko Pangan\" width=\"640\" height=\"360\" src=\"https:\/\/www.youtube.com\/embed\/ZqsdCK-Gnoc?feature=oembed\" frameborder=\"0\" allow=\"accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture\" allowfullscreen><\/iframe>\n<\/div><\/figure>\n\n\n\n<p>Empiris.<br>Kakek Nenek saya, peserta transmigrasi lokal dari Wates Yogyakarta ke Banyuwangi Selatan. Sekitar tahun 1921. Dicetakkan sawah oleh Belanda.<\/p>\n\n\n\n<p>Kampung kelahiranku nampak terencana dengan baik dan rapi. Hamparan sawah subur tepat di belakang perkampungan. Berbatasan langsung dengan Perhutani.<\/p>\n\n\n\n<p>Tahun 1980 an, saya ingat persis. Kakek melarang keras menjual gabah hasil panenannya sebelum lumbungnya penuh. Nenek kalau ke pasar tidak membawa uang tunai.<\/p>\n\n\n\n<p>Harus ada yang dijual untuk belanja apa yang dibutuhkan dan hasil jualan harus tersisa uangnya untuk ditabung. Kadang ke pasar membawa ayam, telur, kelapa dan lainnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Manajemen itu yang konsisten diterapkan. Berulang kali diajarkan ke saya. Hingga saya sudah lulus kuliah di Unair Surabaya tahun 1990 an tetap tanpa jemu diingatkan.<\/p>\n\n\n\n<p>Tidak heran jika datang hanya sebatang kara. Saat sepuh makin ampuh. Anaknya 7, hanya 2 orang yang tidak sarjana. Sayapun kuliah berkat dorongan beliau.<\/p>\n\n\n\n<p>Bukan itu saja. Setelah semua usai studi masih tersisa sawah dan pekarangan jumlah belasan hektar. Tidak masuk akal tapi itulah faktanya. Kuncinya pangan mutlak harus aman.<\/p>\n\n\n\n<p>Sering berpesan, seenak \u2013 enaknya orang adalah bukan yang punya uang banyak. Bukan yang pintar saja. Tapi yang serba ada. Apapun yang dibutuhkan dan diinginkan selalu ada. Buatlah kondisi seperti itu.<\/p>\n\n\n\n<p>Ternyata, wejangan itu terbukti saat ini. Bukan hanya skala keluarga. Kampung. Daerah. Negara. Tapi skala dunia.&nbsp; Saat ini dunia lagi kesulitan pangan.<\/p>\n\n\n\n<p>Antara jumlah produksi dan kebutuhan tidak sebanding. Terlalu banyak permintaan, terlalu sedikit yang mau bertani pangan. Makanya mahal. Risikonya akan makin jadi rebutan.<\/p>\n\n\n\n<p>Waspada. Soal perut, mudah ribut. Orang Jawa Kampung, Urip iku ngawula waduk. Hidup itu mengabdi perut. Jika perut memerintah agar diisi, maka apapun dilakukan demi perut.<\/p>\n\n\n\n<p>Baru saja saya komunikasi dengan sahabat di Texas Amerika Serikat. Tanya inflasi apa benar 8%. Katanya lebih. Barang \u2013 barang naik minium 20%. Paling marketable pangan dan energi.<\/p>\n\n\n\n<p>Begitu juga di Inggris, Argentina, Jerman dan lainnya. Mereka telah terdampak serius terhadap langka dan mahalnya pangan. Jadi mahal sekali. Saat produktivitas rendah. Saat bunga bank naik tajam.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Artinya, berita ini meyadarkan kita bahwa kita harus bertanggung jawab kepada perut sendiri. Perut segenap keluarga,\u00a0 tetangga dan seterusnya. Agar terpanggil ikut berpartisipasi memproduksi pangan.<\/p>\n\n\n\n<p>Salam \ud83c\uddf2\ud83c\udde8<br>Wayan Supadno<br>Pak Tani<br>HP 081586580630<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Empiris.Kakek Nenek saya, peserta transmigrasi lokal dari Wates Yogyakarta ke Banyuwangi Selatan. Sekitar tahun 1921. Dicetakkan sawah oleh Belanda. Kampung kelahiranku nampak terencana dengan baik dan rapi. Hamparan sawah subur tepat di belakang perkampungan. Berbatasan langsung dengan Perhutani. Tahun 1980 an, saya ingat persis. Kakek melarang keras menjual gabah hasil panenannya sebelum lumbungnya penuh. Nenek [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":408,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":[],"categories":[2],"tags":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v19.11 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>PORTOFOLIO RISIKO PANGAN - Artikel Pak Tani<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Kakek Nenek saya, peserta transmigrasi lokal dari Wates Yogyakarta ke Banyuwangi Selatan. Sekitar tahun 1921. Dicetakkan sawah oleh Belanda.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"http:\/\/bja.skom.id\/wordpress\/portofolio-risiko-pangan\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"PORTOFOLIO RISIKO PANGAN - Artikel Pak Tani\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Kakek Nenek saya, peserta transmigrasi lokal dari Wates Yogyakarta ke Banyuwangi Selatan. Sekitar tahun 1921. Dicetakkan sawah oleh Belanda.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"http:\/\/bja.skom.id\/wordpress\/portofolio-risiko-pangan\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Artikel Pak Tani\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2022-10-14T06:16:00+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2022-12-13T06:24:22+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"http:\/\/bja.skom.id\/wordpress\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/WhatsApp-Image-2022-12-13-at-13.23.25.jpeg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1600\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"1600\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Wayan Supadno\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Wayan Supadno\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"2 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"http:\/\/bja.skom.id\/wordpress\/portofolio-risiko-pangan\/\",\"url\":\"http:\/\/bja.skom.id\/wordpress\/portofolio-risiko-pangan\/\",\"name\":\"PORTOFOLIO RISIKO PANGAN - Artikel Pak Tani\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"http:\/\/bja.skom.id\/wordpress\/#website\"},\"datePublished\":\"2022-10-14T06:16:00+00:00\",\"dateModified\":\"2022-12-13T06:24:22+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"http:\/\/bja.skom.id\/wordpress\/#\/schema\/person\/b6cf4f2df37eff47886ef305eb09c884\"},\"description\":\"Kakek Nenek saya, peserta transmigrasi lokal dari Wates Yogyakarta ke Banyuwangi Selatan. Sekitar tahun 1921. Dicetakkan sawah oleh Belanda.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"http:\/\/bja.skom.id\/wordpress\/portofolio-risiko-pangan\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"http:\/\/bja.skom.id\/wordpress\/portofolio-risiko-pangan\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"http:\/\/bja.skom.id\/wordpress\/portofolio-risiko-pangan\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"http:\/\/bja.skom.id\/wordpress\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"PORTOFOLIO RISIKO PANGAN\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"http:\/\/bja.skom.id\/wordpress\/#website\",\"url\":\"http:\/\/bja.skom.id\/wordpress\/\",\"name\":\"Artikel Pak Tani\",\"description\":\"Artikel Wayan Supadno\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"http:\/\/bja.skom.id\/wordpress\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"http:\/\/bja.skom.id\/wordpress\/#\/schema\/person\/b6cf4f2df37eff47886ef305eb09c884\",\"name\":\"Wayan Supadno\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"http:\/\/bja.skom.id\/wordpress\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/a81db2a3a7c2d36607541422412d916a?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/a81db2a3a7c2d36607541422412d916a?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Wayan Supadno\"},\"sameAs\":[\"http:\/\/localhost\/wordpress\"],\"url\":\"https:\/\/bjafarm.com\/wordpress\/author\/admin\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"PORTOFOLIO RISIKO PANGAN - Artikel Pak Tani","description":"Kakek Nenek saya, peserta transmigrasi lokal dari Wates Yogyakarta ke Banyuwangi Selatan. Sekitar tahun 1921. Dicetakkan sawah oleh Belanda.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"http:\/\/bja.skom.id\/wordpress\/portofolio-risiko-pangan\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"PORTOFOLIO RISIKO PANGAN - Artikel Pak Tani","og_description":"Kakek Nenek saya, peserta transmigrasi lokal dari Wates Yogyakarta ke Banyuwangi Selatan. Sekitar tahun 1921. Dicetakkan sawah oleh Belanda.","og_url":"http:\/\/bja.skom.id\/wordpress\/portofolio-risiko-pangan\/","og_site_name":"Artikel Pak Tani","article_published_time":"2022-10-14T06:16:00+00:00","article_modified_time":"2022-12-13T06:24:22+00:00","og_image":[{"width":1600,"height":1600,"url":"http:\/\/bja.skom.id\/wordpress\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/WhatsApp-Image-2022-12-13-at-13.23.25.jpeg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Wayan Supadno","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Wayan Supadno","Est. reading time":"2 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"http:\/\/bja.skom.id\/wordpress\/portofolio-risiko-pangan\/","url":"http:\/\/bja.skom.id\/wordpress\/portofolio-risiko-pangan\/","name":"PORTOFOLIO RISIKO PANGAN - Artikel Pak Tani","isPartOf":{"@id":"http:\/\/bja.skom.id\/wordpress\/#website"},"datePublished":"2022-10-14T06:16:00+00:00","dateModified":"2022-12-13T06:24:22+00:00","author":{"@id":"http:\/\/bja.skom.id\/wordpress\/#\/schema\/person\/b6cf4f2df37eff47886ef305eb09c884"},"description":"Kakek Nenek saya, peserta transmigrasi lokal dari Wates Yogyakarta ke Banyuwangi Selatan. Sekitar tahun 1921. Dicetakkan sawah oleh Belanda.","breadcrumb":{"@id":"http:\/\/bja.skom.id\/wordpress\/portofolio-risiko-pangan\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["http:\/\/bja.skom.id\/wordpress\/portofolio-risiko-pangan\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"http:\/\/bja.skom.id\/wordpress\/portofolio-risiko-pangan\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"http:\/\/bja.skom.id\/wordpress\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"PORTOFOLIO RISIKO PANGAN"}]},{"@type":"WebSite","@id":"http:\/\/bja.skom.id\/wordpress\/#website","url":"http:\/\/bja.skom.id\/wordpress\/","name":"Artikel Pak Tani","description":"Artikel Wayan Supadno","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"http:\/\/bja.skom.id\/wordpress\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"http:\/\/bja.skom.id\/wordpress\/#\/schema\/person\/b6cf4f2df37eff47886ef305eb09c884","name":"Wayan Supadno","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"http:\/\/bja.skom.id\/wordpress\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/a81db2a3a7c2d36607541422412d916a?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/a81db2a3a7c2d36607541422412d916a?s=96&d=mm&r=g","caption":"Wayan Supadno"},"sameAs":["http:\/\/localhost\/wordpress"],"url":"https:\/\/bjafarm.com\/wordpress\/author\/admin\/"}]}},"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/bjafarm.com\/wordpress\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/WhatsApp-Image-2022-12-13-at-13.23.25.jpeg","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/bjafarm.com\/wordpress\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/405"}],"collection":[{"href":"https:\/\/bjafarm.com\/wordpress\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/bjafarm.com\/wordpress\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bjafarm.com\/wordpress\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bjafarm.com\/wordpress\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=405"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/bjafarm.com\/wordpress\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/405\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":409,"href":"https:\/\/bjafarm.com\/wordpress\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/405\/revisions\/409"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bjafarm.com\/wordpress\/wp-json\/wp\/v2\/media\/408"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/bjafarm.com\/wordpress\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=405"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/bjafarm.com\/wordpress\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=405"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/bjafarm.com\/wordpress\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=405"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}