{"id":2068,"date":"2023-02-23T09:44:46","date_gmt":"2023-02-23T02:44:46","guid":{"rendered":"http:\/\/bja.skom.id\/wordpress\/?p=2068"},"modified":"2023-02-23T09:45:29","modified_gmt":"2023-02-23T02:45:29","slug":"psikologis-saat-pailit","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/bjafarm.com\/wordpress\/psikologis-saat-pailit\/","title":{"rendered":"PSIKOLOGIS SAAT PAILIT"},"content":{"rendered":"\n<p>Pailit pada hakikatnya debitur yang punya utang macet tidak mampu membayar ke dua atau lebih kreditur, karena kapasitasnya. Itu faktualnya. Baik sudah atau belum dilegalkan oleh keputusan pengadilan. Bahasa singkatnya bangkrut.<\/p>\n\n\n\n<p>Ilmu hikmah sejak tanda &#8211; tanda mau bangkrut, sedang bangkrut dan pasca bangkrut. Prosesnya sangat dinamis dan kaya makna ilmu hikmah. Bisa jadi bahan pembelajaran untuk menatap masa depan lebih baik lagi.<\/p>\n\n\n\n<p>Pengalaman adalah guru terbaik, tapi bijaknya tidak harus semua kita alami apalagi kisah bangkrut, baru dijadikan guru terbaik. Karena mengalami kebangkrutan teramat sangat menyakitkan. Membekas dalam psikologi jiwa kita.<\/p>\n\n\n\n<p>Berikut ini contoh &#8211; contoh situasi saat menjelang, proses dan pasca bangkrut. Sehingga bisa diambil ilmu hikmah pembelajaran Universitas Kehidupan, Fakultas Ilmu Hikmah dan Prodi Empiris Pribadi. Tentu ini hanya secuil saja. Di antara kejadiannya ;<\/p>\n\n\n\n<p>Seorang mitra usaha yang &#8221; sukses menipu &#8220;. Ada transaksi yang pembayarannya melalui Bilyet Giro Cek. Jatuh tempo tanggal 29 dan 30. Padahal dibuat anggaran untuk gajian dan membayar ke pihak lain lagi tanggal 30 pada bulan yang sama. Ternyata cek tidak cair. Bodong. Jadi sebab stres.<\/p>\n\n\n\n<p>Persis tabrakan beruntun mobil di jalan tol. Gajian bisa tertunda jika tanpa punya dana cadangan atau dana pihak lain yang bisa dipakai sementara waktu. Nasib banyak karyawan dikorbankan dan kepercayaan mitra usaha mulai ragu.<\/p>\n\n\n\n<p>Bisa dibayangkan jika lembaran cek berikutnya juga kosong semua tiap bulannya. Selama 4 bulan dan nilainya belasan miliar. Sedangkan kapasitasnya pas itu. Padahal kewajiban kita sudah pada jatuh tempo. <em>Cash flow<\/em> pasti terganggu fatal dadakan.<\/p>\n\n\n\n<p>Mulailah nama baik tercemar. Karena imbasnya kewajiban juga pada jatuh tempo, saat pendapatan berhenti nyaris total. <em>Cash<\/em> tiada, <em>flow<\/em> jalan terus. Mencari sumber pendanaan lain tidak cair. Baik menjual aset jual cepat ataupun mencari solusi fasilitas bank.<\/p>\n\n\n\n<p>Kepercayaan memudar. Banyak orang menagih berulang kali tidak cair lalu emosi. Karena melihat tinggalnya di rumah mewah seolah selalu ada dana segar. Itu hal biasa. Ditambah lagi keluarga ikut menyalahkan keadaan dianggap tidak hati &#8211; hati. Sembrono kok bisa tertipu.<\/p>\n\n\n\n<p>Pesan Guru Malamku,<\/p>\n\n\n\n<p>1. &#8221; Menghadapi masalah ditagih utang paling aman dengan tenang dan bertahan sabar. Solusi paling cepat agar damai adalah berjuang mencari alternatif solusi agar cepat lunas. Itu saja. Mengimbangi kemarahan adalah salah fatal. Menyalahkan pihak lain Sang Penipu hanya menghabiskan waktu.<\/p>\n\n\n\n<p>&#8220;<\/p>\n\n\n\n<p>2. &#8221; Memberi jawaban ke publik agar kembali percaya lalu mencari kita agar jadi mitra usaha. Bangkit secepatnya jaga karakter dan kapasitas. Terpercaya. Misal ucapan kita harus bisa dipegang karena kita manusia, kalau ucapan kita tidak bisa dipegang dan harus memakai tali, itu namanya sapi. Bukan manusia pebisnis. &#8220;<\/p>\n\n\n\n<p>Salam \ud83c\uddf2\ud83c\udde8<br>Wayan Supadno<br>Pak Tani<br>HP 081586580630<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pailit pada hakikatnya debitur yang punya utang macet tidak mampu membayar ke dua atau lebih kreditur, karena kapasitasnya. Itu faktualnya. Baik sudah atau belum dilegalkan oleh keputusan pengadilan. Bahasa singkatnya bangkrut. Ilmu hikmah sejak tanda &#8211; tanda mau bangkrut, sedang bangkrut dan pasca bangkrut. Prosesnya sangat dinamis dan kaya makna ilmu hikmah. Bisa jadi bahan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":2070,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":[],"categories":[2],"tags":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v19.11 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>PSIKOLOGIS SAAT PAILIT - Artikel Pak Tani<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Pailit pada hakikatnya debitur yang punya utang macet tidak mampu membayar ke dua atau lebih kreditur, karena kapasitasnya. Itu faktualnya. Baik sudah atau belum dilegalkan oleh keputusan pengadilan. Bahasa singkatnya bangkrut.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"http:\/\/bja.skom.id\/wordpress\/psikologis-saat-pailit\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"PSIKOLOGIS SAAT PAILIT - Artikel Pak Tani\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Pailit pada hakikatnya debitur yang punya utang macet tidak mampu membayar ke dua atau lebih kreditur, karena kapasitasnya. Itu faktualnya. Baik sudah atau belum dilegalkan oleh keputusan pengadilan. Bahasa singkatnya bangkrut.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"http:\/\/bja.skom.id\/wordpress\/psikologis-saat-pailit\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Artikel Pak Tani\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2023-02-23T02:44:46+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2023-02-23T02:45:29+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"http:\/\/bja.skom.id\/wordpress\/wp-content\/uploads\/2023\/02\/WhatsApp-Image-2023-02-23-at-09.13.14.jpeg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1472\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"1104\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Wayan Supadno\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Wayan Supadno\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"2 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"http:\/\/bja.skom.id\/wordpress\/psikologis-saat-pailit\/\",\"url\":\"http:\/\/bja.skom.id\/wordpress\/psikologis-saat-pailit\/\",\"name\":\"PSIKOLOGIS SAAT PAILIT - Artikel Pak Tani\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"http:\/\/bja.skom.id\/wordpress\/#website\"},\"datePublished\":\"2023-02-23T02:44:46+00:00\",\"dateModified\":\"2023-02-23T02:45:29+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"http:\/\/bja.skom.id\/wordpress\/#\/schema\/person\/b6cf4f2df37eff47886ef305eb09c884\"},\"description\":\"Pailit pada hakikatnya debitur yang punya utang macet tidak mampu membayar ke dua atau lebih kreditur, karena kapasitasnya. Itu faktualnya. Baik sudah atau belum dilegalkan oleh keputusan pengadilan. Bahasa singkatnya bangkrut.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"http:\/\/bja.skom.id\/wordpress\/psikologis-saat-pailit\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"http:\/\/bja.skom.id\/wordpress\/psikologis-saat-pailit\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"http:\/\/bja.skom.id\/wordpress\/psikologis-saat-pailit\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"http:\/\/bja.skom.id\/wordpress\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"PSIKOLOGIS SAAT PAILIT\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"http:\/\/bja.skom.id\/wordpress\/#website\",\"url\":\"http:\/\/bja.skom.id\/wordpress\/\",\"name\":\"Artikel Pak Tani\",\"description\":\"Artikel Wayan Supadno\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"http:\/\/bja.skom.id\/wordpress\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"http:\/\/bja.skom.id\/wordpress\/#\/schema\/person\/b6cf4f2df37eff47886ef305eb09c884\",\"name\":\"Wayan Supadno\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"http:\/\/bja.skom.id\/wordpress\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/a81db2a3a7c2d36607541422412d916a?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/a81db2a3a7c2d36607541422412d916a?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Wayan Supadno\"},\"sameAs\":[\"http:\/\/localhost\/wordpress\"],\"url\":\"https:\/\/bjafarm.com\/wordpress\/author\/admin\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"PSIKOLOGIS SAAT PAILIT - Artikel Pak Tani","description":"Pailit pada hakikatnya debitur yang punya utang macet tidak mampu membayar ke dua atau lebih kreditur, karena kapasitasnya. Itu faktualnya. Baik sudah atau belum dilegalkan oleh keputusan pengadilan. Bahasa singkatnya bangkrut.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"http:\/\/bja.skom.id\/wordpress\/psikologis-saat-pailit\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"PSIKOLOGIS SAAT PAILIT - Artikel Pak Tani","og_description":"Pailit pada hakikatnya debitur yang punya utang macet tidak mampu membayar ke dua atau lebih kreditur, karena kapasitasnya. Itu faktualnya. Baik sudah atau belum dilegalkan oleh keputusan pengadilan. Bahasa singkatnya bangkrut.","og_url":"http:\/\/bja.skom.id\/wordpress\/psikologis-saat-pailit\/","og_site_name":"Artikel Pak Tani","article_published_time":"2023-02-23T02:44:46+00:00","article_modified_time":"2023-02-23T02:45:29+00:00","og_image":[{"width":1472,"height":1104,"url":"http:\/\/bja.skom.id\/wordpress\/wp-content\/uploads\/2023\/02\/WhatsApp-Image-2023-02-23-at-09.13.14.jpeg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Wayan Supadno","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Wayan Supadno","Est. reading time":"2 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"http:\/\/bja.skom.id\/wordpress\/psikologis-saat-pailit\/","url":"http:\/\/bja.skom.id\/wordpress\/psikologis-saat-pailit\/","name":"PSIKOLOGIS SAAT PAILIT - Artikel Pak Tani","isPartOf":{"@id":"http:\/\/bja.skom.id\/wordpress\/#website"},"datePublished":"2023-02-23T02:44:46+00:00","dateModified":"2023-02-23T02:45:29+00:00","author":{"@id":"http:\/\/bja.skom.id\/wordpress\/#\/schema\/person\/b6cf4f2df37eff47886ef305eb09c884"},"description":"Pailit pada hakikatnya debitur yang punya utang macet tidak mampu membayar ke dua atau lebih kreditur, karena kapasitasnya. Itu faktualnya. Baik sudah atau belum dilegalkan oleh keputusan pengadilan. Bahasa singkatnya bangkrut.","breadcrumb":{"@id":"http:\/\/bja.skom.id\/wordpress\/psikologis-saat-pailit\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["http:\/\/bja.skom.id\/wordpress\/psikologis-saat-pailit\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"http:\/\/bja.skom.id\/wordpress\/psikologis-saat-pailit\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"http:\/\/bja.skom.id\/wordpress\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"PSIKOLOGIS SAAT PAILIT"}]},{"@type":"WebSite","@id":"http:\/\/bja.skom.id\/wordpress\/#website","url":"http:\/\/bja.skom.id\/wordpress\/","name":"Artikel Pak Tani","description":"Artikel Wayan Supadno","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"http:\/\/bja.skom.id\/wordpress\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"http:\/\/bja.skom.id\/wordpress\/#\/schema\/person\/b6cf4f2df37eff47886ef305eb09c884","name":"Wayan Supadno","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"http:\/\/bja.skom.id\/wordpress\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/a81db2a3a7c2d36607541422412d916a?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/a81db2a3a7c2d36607541422412d916a?s=96&d=mm&r=g","caption":"Wayan Supadno"},"sameAs":["http:\/\/localhost\/wordpress"],"url":"https:\/\/bjafarm.com\/wordpress\/author\/admin\/"}]}},"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/bjafarm.com\/wordpress\/wp-content\/uploads\/2023\/02\/WhatsApp-Image-2023-02-23-at-09.13.14.jpeg","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/bjafarm.com\/wordpress\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2068"}],"collection":[{"href":"https:\/\/bjafarm.com\/wordpress\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/bjafarm.com\/wordpress\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bjafarm.com\/wordpress\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bjafarm.com\/wordpress\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2068"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/bjafarm.com\/wordpress\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2068\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2069,"href":"https:\/\/bjafarm.com\/wordpress\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2068\/revisions\/2069"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bjafarm.com\/wordpress\/wp-json\/wp\/v2\/media\/2070"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/bjafarm.com\/wordpress\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2068"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/bjafarm.com\/wordpress\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2068"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/bjafarm.com\/wordpress\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2068"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}