Tue. Jan 13th, 2026

Wayan Supadno

Memang Indonesia tergolong terbanyak di dunia peminat jadi pengusaha. Hingga mengalahkan Jerman, Prancis dan lainnya. Sayangnya 95% gagal. Karena mental.

Peminat jadi pengusaha makin banyak karena makin kekinian makin sadar perannya sangat penting dan strategisnya. Tetap harus kita syukuri perubahan ini.

Peran tersebut misal cipta lapangan kerja menolong banyak tetangga yang menganggur, membayar pajak jumlah besar untuk APBN/D, lokomotif perekonomian, cetak devisa, mengangkat daya beli masyarakat dan lainnya.

Agar dapat ilmu hikmahnya berikut kisah nyata gagal karena mental belum siap. Gagal karena tanpa persiapan matang atau karena ke GR an dianggap mudah jadi pengusaha akibat sudah merasa hafal teorinya.

1). Peneliti Mau Bisnis.

Seorang peneliti kerap kali bicara kalau hasil penelitiannya banyak, sudah puluhan punya hak paten. Habis puluhan miliar dana APBN selama ini. Mengaku kendalanya cuma tidak punya modal banyak mau dibangun industri pupuk hasil temuannya.

Ternyata setelah ada investor yang mendanai peneliti pupuk berbasis mikroba bahan organik tersebut. Tidak jalan. Produknya tidak diserap pasar. Macet total. Pabriknya mangkrak di pinggiran Jakarta. Menyedihkan. Retak hubungannya dengan investor. Tiada manfaatnya.

Kalau dipikir kurang apalagi? Lulusan pasca sarjana cukup senior pasti ilmunya sangat tinggi. Ternyata setelah saya kaji, untuk jadi pengusaha harus bermental “supel” tidak boleh kuper/kurang pergaulan dan bisa diterima pasar/publik bukan cuma produknya saja, utamanya manusianya.

2). Manajer Mau Bisnis.

Sebuah perusahaan raksasa PMA, melakukan pengurangan tenaga kerja. Lalu dibuat program menawarkan ke karyawan yang mau pensiun dini dapat pesangon minimal Rp 3 miliar/orang. Ikutlah 137 karyawan, termasuk beberapa manajernya.

Karena yakin menganggap jadi pengusaha hal mudah. Akibat merasa selama ini sudah belasan tahun hingga puluhan tahun mampu menjalankan perusahaan milik orang lain. Apa yang terjadi ? Hanya tinggal 3 orang yang berkembang karena usahanya. Lainnya gagal ludes bangkrut.

Kalau dipikir apa masalahnya ? Padahal sudah lama pengalaman jadi manajer ? Ternyata mental manajer dan owner sangat beda. Pola pikir operator perusahaan dan pengusaha pemilik perusahaan sangat beda sekali. Tanpa sadar bahwa ilmu pengusaha didapat justru dari pengalaman jatuh bangun merintis usahanya tersebut.

Untuk itu, buat kawula muda yang minat serius ingin jadi pengusaha. Silahkan dijawab dalam hati dan diskusi dengan hati nuraninya sendiri. Tes mental jadi pengusaha di bawah ini :

Bagian 1, Pola Pikir

1). Saya siap gagal berkali-kali tanpa menyerah.

2). Saya lebih suka mencari solusi daripada mengeluh.

3). Saya percaya hasil besar butuh proses, bukan instan.

Bagian 2, Sikap Menghadapi Risiko

4). Saya berani mengambil keputusan meski belum 100% yakin.

5). Saya mampu menerima ketidakpastian pada pendapatan, pasar, pelanggan.

6). Saya lebih takut tidak mencoba daripada gagal.

Bagian 3, Disiplin dan Konsistensi

7). Saya bisa memaksa diri bekerja meski tidak ada yang menyuruh.

8). Saya mampu menyelesaikan pekerjaan meski mood jelek.

9). Saya konsisten pada tujuan meski tidak langsung ada hasil.

Bagian 4, Adaptasi dan Pembelajaran

10). Saat rencana tidak berjalan, saya siap mengubah strategi.

11). Saya mau belajar hal baru walau sulit atau di luar zona nyaman.

12). Saya melihat kegagalan sebagai data, bukan bencana.

Bagian 5, Kepemimpinan dan Komunikasi

13). Saya bisa membangun hubungan dengan orang baru tanpa canggung.

14). Saya siap memimpin, bukan hanya mengikuti.

15). Saya bisa menjelaskan ide dengan jelas dan praktis ilmiah.

Salam Inovasi 🇮🇩
Wayan Supadno
Pak Tani
HP 081586580630

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *