Wayan Supadno
Indonesia jumlah entrepreneur/pengusaha masih sedikit 3,47%, hingga promosi di berbagai negara untuk impor pengusaha agar mau investasi (PMA) di Indonesia. Agar cipta lapangan kerja, mereduksi pengangguran dan kemiskinan.
Keluhan utamanya sebab tidak bisa jadi pengusaha/pebisnis ada pada kekurangan modal. Padahal itu salah. Berikut contoh konkret “taktik bisnis” membangun modal agar cepat besar. Bisa diambil ilmu hikmahnya buat anak muda.
1). Alumni S2 Kreatif.
Ada 2 orang alumni pascasarjana S2, dari nol selama dua tahun asetnya jadi Rp 4 miliar lebih. Kalau dilihat berapa profit, berapa ROI dan kapan BEP. Memang tidak masuk akal. Tapi faktanya terjadi, karena kreatif dan karakternya “pantas” dipercaya.
Prosesnya, saya jual tanah di Bogor 8,6 hektar. Mereka pasarkan jadi rumah kebun durian 1.000 meter/kapling. Hanya 16 bulan, lunas. Sisanya masih 2 hektar jadi milik mereka. Bibit durian dari saya. Pupuk Bio Extrim dan Hormax dari saya juga.
2). Supplier Cangkang Sawit.
Tahun 1995, saya nol besar. Melakukan riset sederhana limbah pabrik sawit cangkang namanya, saya buat merebus air diadu sebagai kontrol kadar kalori dengan batu bara. Matangnya air bersamaan. Tahun 2.000 saya punya aset sudah belasan miliar; karenanya.
Prosesnya, karena saya tidak punya modal. Maka saya minta dimodali pemilik ekspedisi. Saya bayar setelah invoice cair sekitar 1,5 bulam. Target 4 tronton/hari atau setara 100 ton/hari, 3.000 ton/bulan, sesuai P/O dari pabrik kertas raksasa yang saya pasok. Ini namanya taktik bisnis.
3). Eksportir.
Sama juga bermodal dengkul awalnya. Tapi tanpa banyak wacana rencana. Mendingan satu langkah nyata, lebih bermakna. Akan gagal dan gagal itu pasti, asal diambil ilmu hikmahnya dan terus melangkah pasti makin sempurna karyanya. Empat tahun asetnya miliaran.
Proses “taktik bisnis” nya, kerja sama dengan para petani supplier. Harga dibuat beda jauh antara kontan dan bayar tunda satu bulan. Hemm, banyak yang mau bayar mundur. Praktis dapat laba besar karena transaksinya banyak komoditas dan nilai nominalnya, juga besar.
Dari ketiga kisah di atas jelas bahwa kreatif membuat taktik bisnis jadi penting perannya. Bisa kreatif cipta taktik bisnis tentu bukan karena sekedar hafalan teori saja. Harus “mau haus” membuat ide kreatif taktik bisnis. Langsung dipraktikkan. Jika gagal diulangi lagi hingga goal.
Dari ketiga kejadian di atas yang kesemuanya nyaris nol modal. Jadi miliaran. Memberdayakan masyarakat jadi karyawan dan plasma usahanya. Pajak dan devisa terbentuk. Kuncinya, nyali dibangun agar berani mengawali dan jaga nama baik agar makin terpercaya.
Salam Mandiri 🇮🇩
Wayan Supadno
Pak Tani
HP 081586580630