Beberapa hari ini saya sengaja meriset di dunia maya. Tentang sebab akibat dari runtuhnya para startup (perintis bisnis). Karena terlalu banyak yang bangkrut berdampak terlalu banyak korban PHK karyawan, keuangan hingga triliunan dan lainnya.
Jadi pebisnis, pengusaha, wirausaha bukanlah hal mudah. Jika profesi itu mudah, tentu banyak pakar di bidang bisnis, pada jadi pebisnis hingga jadi konglomerat agar bisa cipta lapangan kerja puluhan ribu karyawan dan menggerakkan ekonomi bangsa.
Merintis dan mengelola bisnis sangat sulit. Tidak semudah saat kita mengomentari tentang bisnis. Tidak semudah memahami dan menghafal teori bisnis yang tertulis di buku literatur. Terpenting SPP ilmu bisnis praktis sangat mahal, memodali kegagalan berulang kali.
Pengalaman saya pribadi, ketika punya intuisi ide gagasan bisnis. Selalu saya riset terlebih dulu. Minimal hal pasar, fisibilitas, agroklimat komoditas, manajemen risiko dan kelayakan perbankannya. Ini hal mutlak dan selalu melibatkan Tim Pemikir Manajemen saya. Bebas debat pendapat.
Lalu uji lapangan skala kecil dengan multi perlakuan agar tahu mana perlakuan yang terbaik, ilmu hikmahnya jadi dasar pengembangannya. Mustahil langsung sempurna. Pasti ada yang janggal, gagal dan merugi. Itu dicari lalu disempurnakan pada periode berikutnya.
Contoh ;
1. Ternak kambing. Permintaan pasar sangat besar ribuan ekor per tahun selama ini didatangkan dari Jawa. Lahan luas subur. Tapi saya uji 51 ekor, selama seminggu yang mati 9 ekor. Dikaji, saya libatkan dokter hewan staf saya dan jagal mitra usaha saya, dibedah. Mencari sebabnya.
2. Tumpang sari sawit pisang. Pasarnya besar tanpa batas untuk ekspor dan lahan sudah ada pada sela sawit baru tanam. Diriset fisibilitas dan agroklimatnya. Diuji tanam 10.000 bibit di lahan sawit kecil. Kematian 35% dan sejarahnya saya kecurian di kebun puluhan tandan.
3. Ternak sapi integrasi sawit. Dasarnya butuh feses urine jumlah besar rutin jangka panjang untuk pupuk diperkaya Bio Extrim dan Hormax agar super. Tahun 2018 diuji 3 ekor lancar, ditambah 70 ekor riset potensi feses urine/ekor/tahun. Diperbanyak skala ratusan ekor. Baru diperbanyak mati 29 ekor dalam sebulan.
4. Formulasi dan produksi pupuk Bio Extrim dan Hormax. Awalnya riset sendiri karena pupuk mahal dan langka, itu peluang emas. Puluhan kali uji mutu gagal. Uji efektivitas juga beberapa perlakuan gagal. Setelah berulang kali gagal dapatlah yang terbaik. Diproduksi skala ratusan ribu liter.
Pernah gagal patogenitas 20.000 liter, saya musnahkan demi nama baik Merek Dagang Bio Extrim dan Hormax. Terpenting demi nama baik saya pribadi. Merek Perorangan saya sebagai formulatornya jauh lebih mahal dibandingkan membuang 20.000 liter produk setara ratusan juta rupiah.
5. Begitu juga usaha saya lainnya. Misal, perdagangan solar industri untuk alat berat dan truk. Migor Minyakita untuk masyarakat menengah ke bawah. Kedelai untuk industri tahu tempe agar murah mudah didapat. Jeruk Madu Chokun, Durian dan Alpukat. Semua melalui proses banyak halang rintang, utamanya di awalnya. Tergantung mental dan Leadership kita.
Ilmu hikmah kisah saya di atas bahwa merintis bisnis tidak semudah mengomentari bisnis orang lain. Perintis bisnis harus melewati dan lulus uji pada fase tumbuh awalnya. Harus selamat pada ” ceruk ancaman ” awal memulai bisnis. Gagal dan rugi dulu. Agar tidak sembrono dan dapat ilmu waspada. Agar running well bisnisnya.
Salam 🇲🇨
Wayan Supadno
Pak Tani
HP 081586580630
Luar biasa. Sekolah bisnis memang mahal.
Barangkali bapak ada saran untuk pemula yg mau bangun bisnis tapi modalnya ngepressss banget.
Apa ada tips untuk menghadapi proses nya?