Wayan Supadno
Pebisnis sebagian orang ada yang menganggap motivasinya hanya cari harta semata. Padahal salah besar, anggapan itu. Sisi lain pebisnis banyak, bahkan nuansanya humanitas.
Ada lagi yang menganggap pebisnis modalnya cuma tekun kerja keras saja, tanpa praktik iptek inovasi. Tapi yang mengomentari tanpa bisa praktik bisnis juga, hanya teoritis saja bisanya.
Banyak pebisnis motivasinya jadi solusi konkret yang dihadapi oleh masyarakat. Misal harga panen murah, ditampung dibeli dengan harga wajar dipasarkan jika sudah jadi produk inovatif, sekaligus cipta lapangan kerja.
1). Sahabat di Kaltim.
Punya usaha kebun durian, ternak ayam dan sapi, sarang walet dan lainnya. Anggaran untuk gajian karyawannya Rp 9 miliar/bulan. Karena 1.000 orang lebih. Membayar pajak minimal Rp 32 miliar/tahun. Itu pengakuan ke saya.
Sisi lain yang bersifat humanis, tiap awal bulan selalu mininal berbagi 50 bungkus sembako. Isinya beras, minyak goreng dan telur. Dibagikan ke masyarakat kurang mampu. Konsisten dan disiplin tiap bulan sudah berjalan 12 an tahun.
2). Sahabat di Riau.
Pebisnis di bidang kebun sawit dan ekspedisi angkutan bahan baku kayu akasia dari HTI ke pabrik kertas terbesar di Asia Tenggara. Ratusan orang karyawannya, sekalipun berasal dari keluarga kurang mampu.
Sisi lain, sangat peduli dengan masyarakat kurang mampu. Saya terinspirasi. Selalu tiap awal bulan berbagi beras 1 truk colt diesel 6 ton. Dia lakukan karena merasa itu sangat penting. Hanya sebagian kecil dari laba bisnisnya, itu ujarnya.
3). Sahabat Donatur Operasi Katarak dan Bibir Sumbing.
Dia seorang pebisnis, sesungguhnya nilai kapital bisnisnya juga belumlah besar amat. Fokus bisnis pada dunia agro juga. Sadar betul pernah merasakan pahitnya hidup masa lalu dengan kekurangan fisiknya.
Sisi lain punya komitmen selalu mau jadi donatur jika ada operasi katarak dan operasi bibir sumbing jika dari keluarga tidak mampu. Semua digratiskan olehnya, sudah puluhan orang dibantunya. Termasuk memberi beasiswa kepada anak tidak mampu tapi berprestasi.
4). Pengalaman saya pribadi.
Saat Pandemi Covid 19, di Bali terdampak paling serius. Hati saya terpanggil berbagi Rp 50.000 sd Rp 150.000/orang. Via medsos. Niat saya hanya Rp 15 juta. Didata dan transfer oleh 2 orang staf saya, Reni dan Joko, agar tertib. Banyak yang butuh karena tepat waktu.
Tiada sangka ternyata ada beberapa teman pebisnis diam – diam pada tranfer dana ke rekening bank saya. Bervariasi. Hingga di atas Rp 160 jutaan. Mereka suka misi kemanusiaan. Saya bahagia terasa bermanfaat bagi orang banyak tepat waktunya.
Ilmu hikmahnya. Mereka bisa berbuat plus konkret bermanfaat bagi sesama umat banyak. Karena panggilan hatinya. Selain karena rejekinya lebih dari profesi sebagai pebisnis. Selain jadi solusi masalah nyata masyarakat, juga ada aksi nyata nuansa humanis.
Salam Gigih Berbisnis 🇮🇩
Wayan Supadno
Pak Tani
HP 081586580630