Wed. Jan 14th, 2026

Wayan Supadano

PT Agrinas Palma Nusantara (APN) bagian dari BUMN/Danantara. Dipastikan mengelola kebun sawit ilegal hasil sitaan oleh Satgas Penertiban Kawasan Hutan, luasnya 3,8 juta hektar.

Kebetulan saya sebagai petani sawit kecil – kecilan. Berdasarkan empiris saya pribadi selama ini. Kalau saya terapkan pada kebun sawit milik PT Agrinas Palma Nusantara (APN).

Dengan begitu negara akan dapat “dana bukan pajak” minimal Rp 100 triliun/tahun. Lumayan besar, karena selama ini dana tersebut tiada masuk APBN. Memang patut kita apresiasi Presiden Prabowo keberanian dalam hal ini.

Selama ini cuma dinikmati segelintir orang, akan bisa untuk mengurangi beban APBN dalam rangka memperbaiki anak Indonesia dengan program Makan Bergizi Gratis. Agar prevalensi stunting tidak lagi 20,6%.

Artinya 20 tahun lagi 2045, saat HUT Ke 100 Indonesia Merdeka, yang umur 20 sd 25 tahun. Dari 100 juta orang, yang kerdil kurang gizi lambat nyambung kalau diskusi korban stunting ada 20 jutaan orang.

Bisakah mereka kelak bersaing ? Jangan-jangan jadi beban negara. Atau mudah diadu domba karena rendah daya nalar analisisnya, ikutan demo anarkis hanya karena nasi bungkus. Inilah pentingnya Makan Bergizi Gratis saat ini.

Konkretnya kalkulasi pendapatan negara dari PT Agrinas Palma Nusantara pengelola sawit sitaan. Selama ini pengalaman saya harga sawit Rp 3.300/kg, produksi 25 ton/ha/tahun jika umurnya sudah 6 tahun lebih. Hingga umur 25 tahun.

PT Agrinas Palma Nusantara dapat 40% dan mitra pengelola dapat 60% dari omzet. Harga pokok produksi (HPP) Rp 1.100/kg setara 30% dari omzet. Pendek kata PT Agrinas dapat Rp 1.300/kg TBS, Mitranya dapat bersih minimal Rp 900/kg TBS.

Total pendapatan PT Agrinas Palma Nusantara idealnya 3,8 juta hektar x 25 ton/ha/tahun x Rp 3.300/kg x 40% = Rp 125,4 Triliun/tahun. Anggap hanya Rp 100 Triliun/tahun. Sungguh sangat berarti bagi negeri ini. Karena tegas dalam menyikapi masalah sangat besar ini.

Saya selaku Anggota Dewan Pakar Sawit (Apkasindo). Sangat penting mengingatkan jangan sampai tanpa pupuk NPK 7,5 kg/pokok/tahun karena berimplikasi kontribusi Rp 400/kg TBS. Tanpa itu akan rusak, suram masa depan PT Agrinas Palma Nusantara.

Ini baru sawit hasil sitaan karena ilegal di kawasan kehutanan saja akan dapat Rp 1.000 Triliun dalam 10 tahun mendatang. Bagaimana kalau juga tambang ilegal dan penangkapan ikan ilegal ditertibkan juga ? Indonesia niscaya jaya asal kita amanah.

Salam Setia 🇮🇩
Wayan Supadno
Pak Tani
HP 081586580630

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *