Sun. Mar 1st, 2026

Proses Hilirisasi

ByWayan Supadno

Feb 24, 2026

Indikator utama negara maju pendapatan per kapita (PDB/kapita) minimal USD 14.000 atau Rp 20 juta/kapita/bulan. Indonesia masih USD 5.000 setara Rp 7 juta/kapita/bulan. Solusinya pertumbuhan ekonomi 9%, melalui investasi industri hilir inovatif agar nilai tambahnya besar jangka panjang.

Jalan pintas untuk mewujudkan butuh investor dana besar. Agar menyerap banyak pengangguran, dapat upah, lalu daya beli masyarakat naik, jadilah PDB/kapita naik tajam. Berikut saya urai kisah di bawah ini, bisa diambil ilmu hikmahnya, lalu direplikasi pada banyak komoditas dan di multi lokasi.

Pasir Silika.

Saat ini, di Pangkalan Bun Kalteng banyak penambang pasir Silika. Jalan dibangun oleh perusahaan swasta menghubungkan dari lahan lokasi tambang ke pelabuhan khusus muat Silika. Semua milik swasta. Ekonomi tumbuh bergairah.

Di kebun sawit saya di Pangkalan Bun Kalteng, 5 tahun silam saya melakukan penelitian lapangan bersama Tim Ahli dari ITB Bandung. Melakukan pengeboran kedalaman 31 meter, di 20 titik, di kebun sawit saya. Hasilnya mengejutkan Tim Ahli ITB Bandung.

Hasil uji mutu laboratorium di Sucofindo kadar Silikanya 99,54%, kedalaman minimal 30 meter masih total Silika mutu super. Pada skala luas ribuan hektar di sekitarnya. Indonesia kaya raya. Sejak itu tamu dari RRT pada berdatangan mau investasi, beberapa kali menjumpai saya.

Ujar Tim Ahli dari ITB Bandung 100 tahunpun, tidak bakalan habis. Saya puas kerja sama uji validasi potensi tersebut, walaupun habis dana di atas Rp 200 juta. Potensinya ratusan triliun. Ini titipan anak cucu kita kelak, kalaupun diberdayakan harus cerdas bijaksana.

Kalkulasinya, harga Silika pemurnian dengan teknologi tinggi jadi produk langka inovatif bisa laku Rp 60 juta/ton. Padahal biaya operasional di lahan, maksimal Rp 300.000/ton pasir Silika. Padahal potensi di Indonesia 7,8 miliar ton. Itulah sebabnya Danantara investasi Pabrik Silika di Kab. Batang Jateng.

Implikasinya, akan menyerap pengangguran puluhan ribu orang. Akan dapat pajak besar rutin jangka panjang. Labanya jangan ditanya lagi, dari Rp 300.000/ton jadi Rp 60 juta/ton. Jika diekspor wujud produk inovatif, devisa banyak sekali hanya dengan menjual tanpa boros SDA kita.

Konsekuensi logis, APBN kita akan bengkak mendadak bisa buat membangun SDM kita lebih leluasa agar pada cerdas sebagian jadi Inovator, Pengusaha Industri dan lainnya. Misal anggaran MBG, gedung sekolah semua direvitalisasi, guru gajinya dinaikkan.

Itu baru satu hilirisasi Silika dan hanya satu lokasi. Padahal ada beberapa lokasi Pabrik Silika sedang dibangun PMDN dan PMA. Pasar ekspor dari hasil pabrik tersebut. Terbayang oleh saya, 2 tahun lagi jika semua sudah operasional APBN kita pasti naik tajam.

Padahal saat ini Danantara sedang membangun pabrik hilirisasi di 18 lokasi multi komoditas, diantaranya sawit, kelapa, tebu, rumput lain, baja dan lainnya. Anggaran ratusan triliun. Karena fokus efisiensi di BUMN dan masih juga ada investor asing PMA juga ratusan triliun.

Ilmu hikmahnya, sedang tercipta “peluang emas usaha” bertaburan di mana-mana. Tentu ini buat yang “suka gerak cepat aksi” bukan yang hanya bernarasi. Karena MBG peluangnya banyak sekali jadi investor atau supplier. Karena swasembada beras dan jagung, peluang emas banyak juga, misal gudang di Bulog kurang banyak sekali butuh investor.

Salam Inovasi 🇲🇨
Wayan Supadno
Pak Tani
HP 081586580630

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *