Empiris.
Bisnis, tiap pebisnis punya prinsip beda – beda. Tapi saling punya kemiripan. Harus dipahami bagi yang punya motivasi kuat mau jadi pebisnis. Paralel dipikirkan, dibicarakan dan dipraktikkan.
Modal bisnis adalah kepercayaan. Tumbuh kembangnya bisnis karena transaksi bisnis. Karena ” saling percaya “. Untuk itu pebisnis mutlak harus ” bisa dipercaya ” oleh mitra bisnis.
Bagi pebisnis pemula serba minim, tiada kan mungkin harus memakai milik sendiri saja. Untuk ” memacu percepatan ” tumbuh kembangnya harus memakai milik orang lain. Saling percaya dan saling menguntungkan.
Berikut prinsip – prinsipnya serba memakai milik orang lain agar cepat besar, cepat maju, cepat populer nama baik kepercayaannya. Ibarat jadi ” kendaraan mesin turbo ” paling cepat mengantar sampai tujuan ;
1. Tidak punya otak pintar, memakai otak pintar milik orang lain.
Tiada kan mungkin otak kita pintar dalam segala hal. Tapi pintar dan terampil memimpin ( Leadership ) adalah hal mutlak termasuk memimpin para orang pintar. Justru jika “merasa serba pintar ” dikerjakan sendiri semuanya. Itu jadi sebab gagal berbisnis.
Idealnya jika hal keuangan dipercayakan ke ahli keuangan, hal IT dipercayakan ke ahli IT, hal tanaman dipercayakan ke agronomisnya dan seterusnya. Baik dengan cara merekrut atau konsultan atau hanya sekedar ” mesra dengan pakar ” nya.
Contoh, pada usaha saya. Ada Reni, Novi ahlinya keuangan. Eldo, Wilar ahlinya sawit. Joko, David ahlinya IT. Masih ada konsultan pajak. Mesra dengan para pakar. Kesemuanya orang – orang lebih pintar di bidangnya dibandingkan saya.
2. Tidak punya modal, memakai modal orang lain
Ini hal sangat penting. Andaikan tanpa melibatkan modal atau barang dagangan milik orang lain. Hanya milik sendiri saja. Akan sangat lambat tumbuh bisnisnya. Karena berawal modal cekak (minim). Harus melibatkan milik orang lain agar labanya besar.
Ilustrasinya, mengawali bisnis Rp 1 juta saja, lazimnya kalau hanya itu saja tidak bisa dapat laba Rp 50 juta/bulan. Karena memang belum bermodal, tapi mau bisnis. Atau modal nol, karena baru bangkrut. Maka harus memakai milik orang lain.
Contoh pada usaha saya, berulang dapat pesanan pupuk hayati Bio Extrim dan Hormax. Jumlahnya tidak wajar di atas kapasitas modal saya. Maka para supplier saya minta dibayar agak lama dengan harga lebih tinggi. Agar pesanan terlayani dengan baik.
Ada pesanan pembangunan (cetak kebun) skala luas. Saya minta parsial dana duluan, tapi laba 5% cukup, tahu diri. Pernah menggaduh sapi partisipasi modal dari sahabat yang belum punya bisnis. Mereka dapat laba berkali lipatnya dibanding deposito 2,5%/tahun atau KUR 6%/tahun.
Tentu masih banyak lagi. Harus memakai milik orang lain jika bisnis mau melejit. Misal saja tenaga, waktu, keterampilan dan lainnya. Mutlak harus bersimbiosis mutualisme. Tiada sukses karena superman, adanya sukses karena superteam.
Salam 🇲🇨
Wayan Supadno
Pak Tani
HP 081586580630