Wayan Supadno
Agar mudah dapat ilmu hikmahnya, berikut ini kisah nyata skala perorangan keluarga dan negara. Peran manusia dan daya saing, lalu ekonomi bisa tumbuh dinamis konsisten dan lepas dari kemiskinan. Lalu konkret hidupnya bermanfaat humanis.
1). Perorangan Keluarga.
Keluarga di desa bukan kaya. Bisa anak-anaknya sukses hebat jadi pemimpin global, pengusaha dan ilmuwan. Bukan cuma mengharumkan keluarga tapi juga kampung dan daerahnya ikut harum. Hidupnya bermanfaat luas.
Konsep awalnya menerapkan iptek di rumah tangga. Bukan hafal saja. Sejak janin dapat asupan gizi bagus. Walaupun asalnya sate keong, belalang goreng dari hutan jati, belut, ayam, telur, sayur dan buah. Semua swasembada.
2). Jepang, Korea Selatan dan Singapura.
Mereka negara sangat miskin sumber daya alamnya. Tapi jadi negara maju. Pendapatan per kapita berkali lipatnya Indonesia yang kaya raya alamnya ini. Karena mereka serius membangun manusia dan ekosistemnya.
Serius pada mutu SDM nya makanya prevalensi stuntingnya di bawah 5%, IQ di atas 100, indeks inovasi global tanda ilmuwannya banyak punya hak paten, produk canggih banyak lalu laba besar dan iklim investasi menyenangkan pebisnis.
Prinsip pondasi pertumbuhan ekonomi adalah faktor dasar yang menopang keberlanjutan suatu negara dalam mencapai kesejahteran, kemakmuran dan berkeadilan. Meliputi apa saja ?
1). Mutu sumber daya manusia (SDM) menjadi pondasi paling penting. Masalah stunting masih menjadi tantangan besar di Indonesia.
Data terakhir menunjukkan prevalensi stunting berada di kisaran 20,6% pada 2024, walaupun angka ini sudah turun dibanding sepuluh tahun lalu mencapai lebih dari 30%.
Tingginya angka stunting berpengaruh langsung terhadap kecerdasan dan produktivitas generasi muda. Tahun 2045, penduduk kerdil kurang cerdas korban stunting usia 20 sd 40 tahun dari 200 juta ada 40 jutaan jiwa. Memprihatinkan.
Hal ini sejalan dengan data rata-rata IQ masyarakat Indonesia yang masih sekitar 78,5, berada di bawah rata-rata global. Cerminan pangan kita kurang kualitas dan kuantitasnya.
Artinya, perbaikan gizi, pendidikan, dan kesehatan mutlak diperlukan agar SDM menjadi lebih berkualitas dan mampu mendukung pertumbuhan. Misal makan bergizi gratis saat ini.
2). Inovasi adalah mesin penggerak ekonomi modern. Indeks Inovasi Global (Global Innovation Index/GII) mengukur kemampuan negara menciptakan dan memanfaatkan pengetahuan baru. Cerminan kinerja ilmuwan kita.
Indonesia pada tahun 2024 berada di peringkat 54 dari 133 negara. Posisi ini menunjukkan ada kemajuan, kapasitas inovasi kita masih perlu diperkuat agar bisa bersaing. Ini sangat penting.
3). Kompleksitas ekonomi mencerminkan sejauh mana suatu negara mampu memproduksi barang dengan nilai tambah dan teknologi tinggi. Cermin iptek inovasi diterapkan di masyarakat atau tidaknya.
Indonesia saat ini berada di sekitar peringkat 65 dunia. Posisi ini menandakan bahwa meskipun produk ekspor kita cukup beragam, sebagian besar masih berbasis “komoditas mentah” atau industri menengah.
Agar pondasi ekonomi makin kokoh, Indonesia perlu memperluas hilirisasi industri nuansa inovasi dan menghasilkan produk berteknologi tinggi.
4). Daya saing global adalah gambaran menyeluruh tentang kemampuan suatu negara menarik investasi, menjaga stabilitas ekonomi, dan mendukung dunia usaha. Agar banyak lapangan kerja dan pembayar pajak besar.
Indonesia sempat mencapai peringkat 27 dunia pada 2024 menurut IMD World Competitiveness, tetapi pada 2025 turun ke peringkat 40 dari 69 negara. Ini luar biasa kemajuannya.
Penurunan ini mengindikasikan adanya tantangan di bidang birokrasi, infrastruktur, maupun iklim usaha yang harus segera dibenahi.
Artinya ?
Pondasi pertumbuhan ekonomi Indonesia saat ini masih menghadapi pekerjaan besar.
1). Harus memperbaiki mutu SDM dengan menurunkan stunting dan meningkatkan kualitas pendidikan.
2). Harus memperkuat kapasitas inovasi, meningkatkan kompleksitas ekonomi melalui industrialisasi dan teknologi.
3). Harus memperbaiki daya saing global agar lebih menarik bagi investasi.
Semua itu akan menentukan apakah pertumbuhan ekonomi Indonesia bisa berkelanjutan dan tidak rapuh.
Salam Inovasi 🇮🇩
Wayan Supadno
Pak Tani
HP 081586580630