Wed. Jan 14th, 2026

Kemarin siang, saya dapat telepon serius dari seorang ibu yang belum saya kenal. Jelas orang matang dan visioner. Tampak sekali dari pola pikir dan bicaranya. Rendah hati, kritis, produktif dan menyenangkan.

Anaknya ingin jadi pengusaha dan ibunya senang dengan cita – cita itu. Bertanya dengan amat serius, kampus mana yang terbaik agar anaknya bisa jadi pengusaha agro. Minta saran atau rekomendasi saya.

Jawaban saya, kampus yang mampu mendorong agar alumninya ” bermental kesadaran tinggi mau mempraktikkan ” ilmu pengetahuan, teknologi dan inovasi. Bukan hanya dihafal atau dipahami saja.

Menuturkan juga kita tidak malu dan lucu. Suka menyalahkan keadaan, pengangguran banyak hingga jadi TKI. APBN dan pendapatan per kapita rendah, kemiskinan dan stunting tinggi. Tapi non solutif, yaitu jadi praktisi/pengusaha.

Coba dicek saja ;

1. Siapa nama dan apa profesinya, pembayar pajak terbanyak 1.000 orang Indonesia. Yang dijadikan APBN untuk membangun bangsa, operasional pemerintahan, untuk gajian ASN, TNI dan Polri. Pernahkah kita menyadari itu ?

2. Siapa nama dan apa profesinya. Pada 1.000 orang Indonesia yang terbanyak menyerap pengangguran lalu produktif hingga mendongkrak kesejahteraannya, meniadakan kemiskinan dan stunting pada masyarakat tersebut ?

3. Siapa nama dan apa profesinya, yang jadi investor. Sehingga daerah maju masyarakatnya banyak yang madani karena jadi mitra usahanya. Menyaingi PMA. Produknya membendung impor bahkan sebagian diekspor ?

Ilmu hikmahnya, ternyata jawaban dari semua pertanyaan di atas adalah orang – orang yang berprofesi praktisi (pengusaha). Artinya jika mau APBN dan pendapatan per kapita makin besar. Lapangan kerja makin banyak. Kesejahteraan terdongkrak. Harus melahirkan sebanyak mungkin praktisinya.

Salam 🇲🇨
Wayan Supadno
Pak Tani
HP 081586580630

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *