Wed. Jan 14th, 2026

Merupakan praktik yang melemahkan pondasi ekonomi nasional karena kebijakan yang tidak solutif, perbuatan oknum pejabat/petugas yang koruptif dan pelaku usaha nakal.

Berikut ini kisah nyata ada di masyarakat kita yang banyak ilmu hikmahnya. Bisa jadi pembelajaran untuk kebaikan perekonomian keluarga atau negara kita.

1). Rusaknya Peternakan Sapi.

Data BPS selama 10 tahun terakhir mengalami depopulasi sapi hingga 2,45 juta ekor. Sebabnya serangan PMK dan LSD. Paling fatal karena pemotongan massal sapi betina produktif.

Alasannya agar bisa bersaing. Daging beku selundupan di Prov. Kalbar saja 40 ton/hari. Setara 160 ton sapi hidup/hari. Jika 530 kg/ekor setara 300 ekor/hari. Beredar di seluruh Kalimantan.

Ini setara Rp 3 triliun/tahun, hilangnya pekerjaan peternak 300.000 keluarga, jika pendapatannya Rp 100 juta/KK/tahun. Yang diuntungkan peternak luar negeri, oknum petugas dan para penyelundup daging beku.

Rumah Potong Hewan (RPH) banyak yang mangkrak hingga ditumbuhi rumput liar karena tiada pemotongan sapi. Banyak yang jual daging beku ilegal super murah. Walaupun kesehatannya belum terjamin.

2). Rokok Ilegal Non Cukai.

Banyak rokok tanpa cukai beredar di masyarakat. Dengan harga sangat murah. Otomatis membunuh pabrik yang patuh membayar cukai sangat mahal.

Bisa dibayangkan saja jika harga 50% dibandingkan rokok ilegal. Tentu laris manis di pasar. Implikasinya korban PHK massal pabrik rokok, lalu daya beli jatuh.

Efek dominonya ;

1). Tenaga kerja

Peternak, buruh pabrik rokok dan distributor. Petani tembakau, cengkeh dan kapulaga nangis. Tingkat pengangguran naik, daya beli rendah.

2). Penerimaan pajak dan cukai.

Hilangnya triliunan rupiah dari pajak impor, bea masuk, dan cukai. Contoh rokok ilegal diperkirakan bisa bikin negara rugi Rp 7–10 triliun/ tahun. APBN terganggu, ruang fiskal pemerintah menyempit.

3). Industri lokal

Usaha lokal sulit berkembang karena kalah harga dengan barang ilegal atau impor murah. Hilangnya potensi ekspor karena basis industrinya melemah.

4). Ekonomi nasional

Pertumbuhan ekonomi jadi rapuh, terlalu bergantung pada barang impor. Distribusi pendapatan terganggu. Keuntungan lari ke importir/penyelundup, bukan ke masyarakat luas.

Salam Integritas 🇮🇩
Wayan Supadno
Pak Tani
HP 081586580630

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *