Tue. Jan 13th, 2026

Kisah di bawah ini bisa diambil ilmu hikmahnya, banyak kejadian lapangan di sekitar kita. Kaya makna asal kita mau mengambil manfaatnya. Bahan pembelajaran mendidik diri agar makin matang dalam berbisnis. Tepat buat anak muda.

1). Ada 2 bidang sawah/lahan sama 1 hektarnya. Keduanya dijual Rp 1 miliar/ha tanah kosong tidak laku keduanya. Lalu yang satu ditanam jeruk manis umur 3 tahun mulai buah habis Rp 70 juta, laku Rp 1,3 miliar hanya karena ada jeruk mulai ada hasilnya. Karena mau ukil, supaya ngemil.

2). Sebuah Resort ada beberapa kamar. Luas tanah 2,3 hektar dijual Rp 5 miliar tidak laku karena tiada pendapatan. Setelah dibeli direkrut Tim Manajemen baru tamunya banyak. Lalu dijual lagi laku Rp 9 miliar. Labanya meriah bisa balik modal 4 tahun, karena manusia cerdas mampu menjabarkan ilmunya di lapangan.

3). Pabrik Triplek dijual murah karena kalau divalidasi luas tanah dikalikan NJOP, luas bangunan dikali harga per meter dan mesinnya. Tapi tidak laku. Karena cashflownya tidak sehat. Labanya terlalu sedikit padahal harga Rp 20 miliar. Akan kembali modal 7 tahun lebih. Dikaji secara kapital memang murah, tapi dikaji secara bisnis sangat mahal.

Persepsi valuasi bisnis adalah cara pandang atau interpretasi seseorang terhadap nilai sebuah bisnis atau aset, yang dipengaruhi oleh faktor-faktor subjektif emosi, preferensi, persepsi risiko dan objektif. Misal data keuangan, aset, pasar.

Menilai bisnis/aset yang sama, tetapi menghasilkan nilai yang berbeda, karena persepsi mereka tentang potensi, risiko, lokasi dan peluang masa depan berbeda. Valuasi bukan sekadar angka, tetapi interpretasi terhadap angka.

Manfaat Kajian Persepsi Valuasi Bisnis ;

1). Menjelaskan perbedaan harga jual antar aset yang tampak sama. Contoh dua rumah dengan luas sama tetapi harga jual berbeda. Karena persepsi pembeli terhadap lokasi, akses dan lingkungan.

2). Membantu penjual menentukan strategi pricing. Penjual bisa meningkatkan persepsi nilai. Misalnya lewat renovasi kecil, branding lokasi, atau penonjolan keunggulan.

3). Mendukung analisis investasi. Investor memahami bahwa harga bukan hanya soal nominal, tetapi persepsi terhadap risiko dan peluang.

4). Mencegah salah valuasi. Tanpa memperhitungkan persepsi pasar, hasil valuasi bisa terlalu tinggi atau terlalu rendah.

5). Meningkatkan kemampuan negosiasi. Mengetahui faktor persepsi membuat negosiasi lebih efektif.

Kesimpulan ;

Persepsi valuasi bisnis adalah bagaimana nilai sebuah aset dipandang oleh pasar, bukan sekadar nilai kapital atau nilai buku.

Kajian ini bermanfaat untuk memahami kenapa aset yang secara fisik sama bisa dijual dengan harga berbeda, karena faktor lokasi, risiko, kenyamanan, psikologi pembeli, dan ekspektasi masa depan.

Salam Inovasi 🇮🇩
Wayan Supadno
Pak Tani
HP 081586580630

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *