Wayan Supadno
Ekonomi kerakyatan prinsipnya ekonomi yang berbasiskan rakyat sebagai pelaku subjek usaha ekonomi. Bukan objeknya. Agar “rasio gini/kesenjangan ekonomi” rendah. Mencegah konflik sosial.
Berikut ini pengalaman saya pribadi, bisa diambil ilmu hikmahnya :
1). Tahun 2012.
Saya pertama kali ke Pangkalan Bun Kalteng, membeli lahan kosong semak belukar milik masyarakat. Karena ratusan hektar dan banyak yang menawari. Saya syaratkan agar tidak semua dijual. Agar maju bersama.
Sebagian saya bayar tukar/barter dengan bibit hasil inovasi seperti yang saya tanam. Alhasil sekarang punya saya sudah panen, mereka juga panen di kebunnya sendiri. Dapat tambahan karena kerja di kebun saya juga.
Implikasinya, hasilnya sama saja karena bibit bersumber sama dari Pusat Penelitian. Ekonomi mereka juga tumbuh berubah total sejak tahun 2017 mulai panen raya. Karena dana segar hasil jual lahan sebagian. Saya aman nyaman investasi.
2). Tahun 2017.
Saya mengawali ternak sapi di tengah kebun sawit. Integrasi saling menekan harga pokok produksi (HPP), ekonomi sirkular nol limbah. Limbah sawit bungkil dan solid jadi pakan sapi dan limbah sapi jadi pupuk sawit, durian, alpukat maupun kebun durian.
Hati saya bahagia sekali, karena banyak masyarakat yang ikutan pola saya. Indikasinya selama ini saya jual sapi betina bunting, indukan beserta pedet anaknya dan dara bakalan calon indukan lebih kalau 1.000 ekor. Ternyata sudah pada berbiak di para petani .
Jika ada yang kesulitan menjual saat siap potong, saya juga membeli kembali. Artinya peran saya PT BJA/BJA Farm berperan sebagai “off taker” memastikan pasarnya. Saya mengambil laba Rp 1.000 sd Rp 1.500/kg sapi hidup.
Jika mereka mengalami kesulitan pendanaan, saya sarankan agar memakai fasilitas Kredit Usaha Rakyat (KUR) di BRI toh bunganya 6%/tahun dan tanpa jaminan agunan. Sejak ada program KUR makin laris manis jualan sapi ke petani.
Ekspansi penambahan populasi sapi yang saya targetkan jadi 9.600 ekor dalam 2 tahun ke depan. Besar harapan saya. Masyarakat sekitar jadi supplier pakan sapi. Misal tepung singkong kering gaplek. Dari pada selama ini banyak impor dari Vietnam.
Kebutuhan pakannya ratusan hektar. Ini puluhan miliar/tahun nilai transaksinya untuk pakan sapi. Agar sama tumbuh ekonominya. Selain meminimalkan “menganggurnya lahan dan masyarakat” di sekitar. Daya beli naik, masyarakat damai.
Ilmu hikmahnya :
1). Efek domino dari sebuah investasi ekonomi riil sangat banyak.
2). Harga daging akan makin murah mudah dijangkau masyarakat prevalensi stunting akan turun drastis.
3). Negara akan maju kalau ekonomi tumbuh dinamis.
4). Bisa tumbuh terus jika ada investasi, konsumsi keluarga, belanja negara dan ekspor impor surplus.
Salam Setia 🇮🇩
Wayan Supadno
Pak Tani
HP 081586580630