Mon. Mar 2nd, 2026

Kawula muda, pernahkah anda menyimak kehidupan orang yang begitu anda kagumi. Karena begitu bijak dan cerdas dalam mengelola waktunya. Terlihat tiada limbah waktu sia – sia, semua bermanfaat.

Selalu ada waktu untuk olah raga bina jasmani agar sehat dan bugar. Selalu ada waktu untuk Tuhan disiplin dalam menunaikan ibadah. Selalu ada waktu untuk berinteraksi dengan masyarakat dan misi sosial kemanusiaan.

Selalu nampak segar karena ada waktu istirahat cukup dan berkualitas. Selalu ada waktu kerja yang punya produktivitas tinggi sehingga berimplikasi manfaat nyata bagi masyarakat sekitarnya.

Padahal punya beberapa perusahaan yang harus dipimpinnya. Agar tetap bisa tumbuh berkembang. Yang kerja di perusahaannya merasa aman nyaman dapat kepastian pendapatan jangka panjang.

Itu semua bisa terwujud karena pandainya mengelola waktu skala prioritas. Diberdayakan optimal. Jika waktunya tidak cukup, maka memberdayakan waktu ” orang lain ” agar target misinya tetap bisa berjalan.

Konkretnya, pekerjaan yang bersifat rutin teknis dipercayakan kepada orang lain. Termasuk teknis yang teramat sulit. Bahkan waktu untuk memimpin sekalipun juga didelegasikan ke orang lain yang dirasa pas.

Hingga banyak sekali pebisnis (pengusaha/entrepreneur) sukses. Tidak mau meresmikan salah satu pabrik yang baru saja operasional. Apalagi menentukan lokasi dan kajian kelayakan pada pra investasinya. Semua memakai waktu orang lain.

Tapi justru acara yang esensial. Misal untuk Tuhan, keluarga, silaturahmi, olah raga dan lainnya. Tidak mau memakai ” waktu orang lain “, dimanfaatkan sendiri. Proses kemampuan seleksi inilah yang butuh proses lama.

Artinya jika kelak kawula muda jadi pengusaha harus sejak dini punya komitmen dan konsisten bisa mengelola waktunya. Jangan mau waktunya banyak hanya jadi limbah belaka. Harus dijaga agar tetap berkualitas manfaatnya.

Karena proses mendelegasikan kewenangan punya ” resiko tinggi “, maka harus dengan kehati – hatian tinggi pula. Tidak mudah memilih orang lain untuk bisa kita percaya mumpuni dan terpercaya mengurus usaha kita.

Konsekuensi logisnya harus jeli mengamati dari hari ke hari orang yang mau kita percaya akan mewakili kita. Harus berulang kali diuji yang tanpa disadari. Lambat laun akan refleks dan terampil memilih orang yang bisa dipercaya.

Contoh kecilnya. Saya sejak punya usaha. Sekaligus jadi perwira militer yang juga sangat sibuk. Tentu harus memakai waktu orang lain. Maka harus bisa menyeleksi orang yang bisa dipercaya mumpuni mengelola usaha.

Hingga saat ini, saya menerapkan manajemen ” jarak jauh ” memakai waktu orang lain. Usaha saya ada di beberapa daerah, namun domisili saya di Cibubur. Tapi usaha harus tetap bisa jalan. Bermanfaat bagi masyarakat.

Kesimpulan. Kawula muda, jangan pernah takut disalip oleh orang lain yang kita bina. Sesungguhnya usaha paling nikmat jika usaha tetap produktif karena waktu kita tidak tersita. Karena kita bisa memakai waktu ” orang lain ” yang kita kader.

Salam 🇮🇩
Wayan Supadno
Pak Tani
HP 081586580630

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *