Beberapa bulan lalu saya jumpa kawula muda relatif polos kuper. Walaupun nampak pintar tapi masih kurang wawasan. Kami jumpa di pesawat terbang duduk berdampingan. Beberapa pertanyaan polosnya. Tapi sangat saya apresiasi, karena rasa ingin tahu kaitan ekonomi makro ke mikro.
Kenapa ada dan banyak pengangguran hingga meluber jadi tenaga kerja Indonesia (TKI) legal dan ilegal hingga 9 juta orang (Kemenlu) ?
1. Karena yang merasa menganggur numpang hidup kepada yang kerja produktif tidak mau kreatif produktif sendiri, minimal buat lapangan kerja mandiri buat dirinya sendiri.
2. Karena tidak ada lowongan kerja yang terbuka di perusahaan milik pengusaha yang ada saat ini.
3. Karena jumlah pengusahanya yang cipta lapangan kerja kurang banyak, harusnya minimal 5%, adanya hanya 3,41% (Kemenkop UKM).
4. Karena pengusaha yang ada tidak mau ekspansi investasi produktif yang menambah kuota kebutuhan tenaga kerja, jika iklim usaha kurang berpihak.
5. Karena pengusaha pemilik perusahaan suka efisien efektif menekan harga pokok produksi (HPP) agar produktif kompetitif.
6. Karena demi usahanya mampu bertahan dan berkembang, akhirnya memakai teknologi mekanisasi dan inovasi, misal robotik.
Kenapa pengusaha kita hanya 3,41%, belum sesuai target minimal 5% dari total penduduk agar tiada banyak pengangguran lalu meluber jadi TKI ?
1. Kondisi ini tidak lepas dari budaya kita, yang memang genetiknya kurang suka jadi saudagar/pengusaha. Sukanya jadi priayi berkuasa dan sejenisnya.
2. Berdampak edukatif ke anak cucu turun temurun. Padahal pendidikan yang paling mendominasi adalah bukan di sekolah. Tapi di rumah dan masyarakat sekitar.
3. Pola didik kita, misal kurikulumnya, mungkin perlu dikaji ulang. Agar ending nya melahirkan sosok para alumni yang bermental punya nyali mengawali jadi pengusaha cipta lapangan kerja.
4. Iklim usaha, hal sangat penting. Ini mutlak sepenuhnya tanggung jawab negara/pemerintah. Yang intinya agar tercipta iklim merangsang warganya gemar berusaha, investasi produktif. Yang ada agar ekspansif karena kompetitif.
5. Iklim riset dan hilirisasi inovasi. Percepatan majunya sebuah negara sangat dipengaruhi oleh dunia riset dan inovasinya. Ini solusi agar kompetitif, lalu kompleksitas ekonomi terbangun secara otomatis.
Kesimpulan ;
1. Jika berharap di negeri ini sejahtera tanpa banyak kemiskinan, stunting dan gini rasio/ketimpangan tinggi. Maka harus diangkat pendapatan per kapitanya. Dengan cara meniadakan pengangguran.
2. Agar tiada pengangguran mesti banyak pelaku usaha pencipta lapangan kerja. Itu bisa terwujud jika dibangun pola pikir baru di rumah, masyarakat, kurikulum pendidikan dan iklim usaha perangsang agar banyak lahir pengusaha barunya.
3. Kalkulasi logisnya, beberapa tahun lagi penduduk kita 300 juta. Harus ada 5% jadi pengusaha, setara 15 juta orang. Jika merekrut 20 orang/pengusaha, setara 300 juta orang semua produktif tanpa pengangguran. Bahkan minus lalu impor dari negara lain dan memakai mekanisasi, robotik dan digital.
Salam 🇮🇩
Wayan Supadno
Pak Tani
HP 081586580630