Tue. Mar 3rd, 2026

India saat ini jadi rajanya produsen beras di dunia. Menurut Menteri Perdagangan RI Bapak Zulkifli Hasan, konsepnya meniru Indonesia zaman Pak Harto. Dikelola oleh koperasi desa mulai hulu pabrik pupuk bukan milik perusahaan besar, penggilingan padi juga bukan punya pemodal besar. Tapi milik koperasi.

Menurut Rektor IPB University Prof. Arif Satria, saat penyerahan anugerah dari IRRI Pusat Riset Padi Dunia kepada Indonesia karena swasembada beras. Bahwa Indonesia asupan beras telah turun jadi 96 kg/kapita/tahun, dulunya 116 kg/kapita/tahun. Berarti kebutuhan nasional 273,8 juta x 96 kg = 26,3 juta ton beras/tahun.

Data BPS jumlah produksi beras tahun 2022 sebanyak 31,54 juta ton. Logikanya sudah berlebih 5 juta ton beras. Tapi faktanya tahun 2023 ini ditargetkan impor beras 2 juta ton. Karena harga beras naik tajam jadi sebab penyumbang inflasi Indonesia.

Hingga Presiden Jokowi melakukan intervensi pasar dengan cara berbagi 10 kg beras/KK sejak September hingga November 2023 ini, kepada yang berhak. Harapannya harga beras turun. Menjaga inflasi agar tetap masuk terbaik di dunia. Sekitar 3%, agar jadi 2,5%.

Presiden Jokowi juga menuturkan ada 400.000 ton beras impor sedang di perjalanan untuk menggenapkan impor 2 juta ton beras. Bahkan juga menginstruksikan agar para Kepala Daerah supaya berbuat serupa jika beras masih belum turun lagi. Ini semua menandakan, Hukum Pasar sedang kerja, adanya mahal akibat pasokan kurang.

Pertanyaan kritisnya, kebutuhannya hanya 26,3 juta ton beras/tahun menurut Rektor IPB University Prof. Arif Satria. Data BPS ada produksi dalam negeri 31, 54 juta ton. Tapi masih kurang juga lalu harga mahal hingga impor 2 juta ton tahun 2023. Pertanda data ” Neraca Beras ” tidak valid.

Situasi kondisi ini, sangat tidak baik. Ibarat ilmu kedokteran, jika data anamnesa dan pemeriksaan salah, maka diagnosanya tidak tegak. Otomatis resepnya juga salah. Akibat ujungnya, prognosa tidak sesuai harapan. Begitu juga mengatasi permasalahan beras kita, hanya simptomatis belaka.

Situasi geopolitik yang sangat dinamis saat ini. Sangat penting melakukan preventif sedini mungkin dengan punya stok beras berlebih. Seperti lazimnya stok Bulog hingga 1,6 juta ton. Karena 19 negara melakukan tindakan stop ekspor pangannya. Solusi cara impor harus bersifat sementara.

Solusi memberdayakan masyarakat agar menanam padi hingga swasembada beras, sampai nol impor adalah mutlak harus dilakukan. Karena beras adalah pangan utama, soal hidup matinya sebuah bangsa (Bung Karno, 1952, Peletakan Kampus IPB).

Kemasyhuran sebuah bangsa terletak pada berlimpahnya beras, Prasasti Canggal tahun 732 M, di Gunung Wukir Magelang, oleh Raja Sanjaya. Dikisahkan kemakmuran masyarakatnya ditandai tiada kejahatan karena pangan cukup dan terjangkau. Tiada kesenjangan sosial ekonomi.

Petuah di kampung kelahiranku di Banyuwangi Selatan, ” Urip ayem tentrem tanpo digunem, asale teko weteng “. Artinya hidup tentram tanpa diperbincangkan oleh masyarakat, asalnya dari isi perut. Maksudnya berlimpah pun harta menyilaukan mata, jika perutnya kosong jadi judul cerita camilan masyarakat luas di luaran.

Salam 🇮🇩
Wayan Supadno
Pak Tani
HP 081586580630

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *