Thu. Jan 15th, 2026

Perjalanan panjang kehidupan di negeri kita ini nyaris tiada pernah berakhir adanya proses saling menyalahkan. Wujud produk turunan dari politik adu domba atau kampanye hitam.

Sejak sebelum merdeka. Dari masa ke masa, dari wangsa ke wangsa. Selalu diselimuti oleh adu domba. Ulah pihak asing. Yang punya kepentingan pendapatan bagi negaranya.

Dampak dari kekayaan alam Indonesia berlimpah, menyilaukan mereka. Yang sudah kenyang, tapi masih kurang dan kurang. Karena ada ketergantungan ke Indonesia.

Mereka negara barat merasa dirinya superior, di atas lainnya. Tapi saat ini lagi diuji dengan sangat serius. Bisa jadi deindustrialisasi. Mereka bisa jadi mundur seperti 100 tahun silam.

Deindustrialisasi, ekonominya turun drastis. Akibat PDB dari industrinya jatuh. Produksi industrinya tidak efisien, kalaupun ada produknya, tidak kompetitif. Akibat tanpa dukungan bahan baku dari negara asal.

Itu akan terjadi apabila ekonominya makin dilumpuhkan gelombang tsunami resesi global. Dampak perubahan iklim, perang Rusia Ukraina berkelanjutan dan lainnya.

Negara barat akan makin dipacu percepatan mundurnya. Jika negara penghasil bahan baku industrinya. Juga membangun industri hilirnya. Sekaligus didukung negara kaya insan inovatornya.

Ini hanya masalah waktu saja. Cepat atau lambat. Masyarakat Asia sudah lelah hidup susah. Sudah enggan alamnya diperas. Saat ini di negara barat, sering ada pencopetan korbannya orang dari Asia. Terbalik sudah.

Pertanyaan mendasar, mudah dianalisa. Bahan renungan penyadaran diri berhenti jadi agen mereka memusuhi sesama anak bangsa. Opini negatif yang dibangun negara barat karena sarat kepentingan.

1. Kenapa dulu saat sapi kita banyak dimusuhi barat katanya tidak ramah lingkungan, mengurangi kadar oksigen hingga 19% di udara dari metana (CH4) limbah sapi, ujarnya ini berbahaya ?

2. Kenapa kelapa sejak tahun 1990 an juga dimusuhi negara barat, katanya sumber penyakit jantung koroner dan kolesterol padahal setelah kelapa kita luas 3,6 juta ha terbengkalai barulah dikatakan tiada ?

3. Sawit berulang kali dapat serangan tiada henti, dianggap sumber penyakit dan merusak lingkungan. Padahal jauh lebih hemat dari kedelai, bunga matahari sebagai sumber minyak nabati yang mereka punyai ?

4. Kenapa yang mereka butuhkan jadi bahan baku industrinya tidak dianggap merusak lingkungan. Misal saja nikel, alumunium, bauksit, tembaga, batu baru, silika dan lainnya ?

Salam 🇲🇨
Wayan Supadno
Pak Tani
HP 081586580630

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *