Empiris.
Banyak strategi, taktik dan teknis pemasaran. Mulai penetrasi pasar hingga penguasaan pasar. Yang pada hakikatnya, ibarat permainan ” The end of the games is results “. Akhir suatu permainan adalah hasil.
Artinya apa pun yang dilakukan dengan pola bagaimana pun juga yang terpenting berujung pada omzet, laba dan manfaat yang diharapkan. Itu esensinya, baik cara terbuka maupun sunyi senyap. Asal kemenangan didapat.
Mau pakai narasi apa pun yang terkesan apik, jika tiada berujung hasil itu nilainya nol. Mau memakai gaya muter – muter agar mumet pun, jika tiada hasil. Itu nilainya juga nol. Karena ujungnya results. Laba dan manfaat nyata.
Berbisnis harus memenuhi dua asas berjalan paralel. Yaitu menambah nilai laba dan menambah nilai manfaat. Jika tidak terpenuhi keduanya usaha akan berhenti dan mati. Laba untuk pembiayaan. Agar ada pesanan ulang butuh manfaatnya.
Ilustrasinya, jika ada laba tanpa bermanfaat, penyalahgunaan narkoba, melawan hukum merusak masa depan bangsa. Jika ada manfaat tanpa laba, merugi terus sekalipun dibutuhkan bansos misalnya. Maka akan mati tidak berlanjut usahanya.
Yang saya tahu sungguh beragam strategi penetrasi pasar. Misal frontal melambung dan gerilya, Hukum Pareto, STP ( Segmenting, Targeting & Positioning ). Smart Goal. Memberdayakan kecerdasan emosional, rasional dan spiritual. Kesemuanya sah saja, asal ending nya results.
Kalaupun di lapangan situasi kondisinya menghendaki campuran ragam ajaran di atas asal ending nya results. Juga bukan masalah. Sah – sah saja. Pembauran strategi taktik dan teknik pemasaran juga perlu dan penting. Asal ada results nya.
Tapi yang pasti rohnya motor utama ada pada merek perorangan dampak dari nama baik. Merek perorangan berasal dari karakter dan kapasitas. Kombinasinya lahirlah kepercayaan. Rohnya pengusaha ada pada kepercayaan. Jika tidak bisa dipercaya maka tiada punya masa depan. Titik.
Contoh ;
Seseorang punya riwayat banyak menyakiti pihak lain sesama pebisnisnya. Maka akan terjadi iklan dari mulut ke mulut, nyanyi koor agar tidak percaya kepadanya. Tiada yang mau kerjasama kepadanya. Kalau belanja mesti tunai duluan. Kalau menjual diteliti berulang kali dengan sangat jeli, habis energi.
Sebaliknya, karena menerapkan strategi Smart Goal ( Specific, Measurable, Achievable, Reasonable, Timeable ) dalam penetrasi pasar. Dipilih dengan saksama pola Hukum Pareto 20% terbaik mewakili 80% dari totalnya dan STP ( Segmenting, Targeting, Positioning ) jadilah efektif mendongkrak results nya. Dilengkapi karakter baiknya. Jadilah makin terpercaya.
Salam 🇲🇨
Wayan Supadno
Pak Tani
HP 081586580630