Mon. Mar 2nd, 2026

Sungguh, saya tidak sepaham dengan ajaran konsep bahwa pertemanan pergaulan dan hubungan sosial tidak ada dalam bisnis. Yang ada dalam bisnis hanya kepentingan saja, yaitu kepentingan mencari laba dan menambah harta. Ini salah besar.

Tentu saya punya alasan mendasar berdasarkan fakta lapangan, bahkan juga pengalaman pribadi. Justru karena berbisnis memudahkan dalam mewujudkan mimpi – mimpi nuansa sosial kemanusiaan. Nuansa humanisnya. Nuansa agamisnya dalam implementasi.

Contoh :

  1. Ketakwaan kepada Tuhan YME.

Seorang sahabat pebisnis, tiada pernah menunda kegiatan pribadi urusan dengan Tuhannya. Tepat waktu sembahyang dan selalu konsisten ke Tempat Suci pada hari tertentu. Tidak jarang jadi pemimpin umat di dalam rangkaian kegiatan agamanya, di Tempat Suci.

Sudah berulang kali peduli skala besar membangun Tempat Suci, Rumah Tuhan. Mendanai pembelian tanah, dominan jadi sponsor pembangunan Tempat Suci dan Pendidikan Agama. Tinggi frekuensinya dalam berpartisipasi kegiatan agamanya. Skalanya juga selalu besar dalam nominalnya, dibandingkan umumnya.

  1. Hubungan kemanusiaan.

Seorang sahabat, pengusaha juga profesinya. Jauh beda dalam memperlakukan dirinya untuk sesama manusia. Meningkat tajam kualitasnya dalam saling asah asih dan asuh. Mampu menjabarkan penggunaan dana lebihnya untuk misi kemanusiaan. Karena sadar betul telah diberi lebih oleh Nya.

Konkretnya, jadi donatur ketika ada pengobatan massal, operasi bibir sumbing massal dan operasi katarak pada acara – acara tertentu. Begitu juga gerakan bedah rumah dan beasiswa, ikut aktif juga. Tentu targetnya kepada sesama yang kurang beruntung secara ekonomi tapi berkualitas dalam dirinya.

  1. Harmonisasi dengan alam.

Seorang sahabat pebisnis juga. Terpanggil hatinya ikut berpartisipasi dalam misi menjaga alam, agar alam juga menjaga umat manusia termasuk dirinya. Sadar manusia insan sumber rahmat bagi alam semesta. Misal, gerakan menanam ikut andil bibit, pembersihan sungai penuh limbah dan menghijaukan kembali bekas tambang.

Itu semua mimpinya bisa diwujudkan jadi kenyataan indah yang bermanfaat. Karena selain bisa jadi ” gembala atas dirinya sendiri “, juga karena punya pendapatan lebih. Tahu diri bahwa Tuhan telah memberi lebih dari apa yang dimintanya dulu. ” Rumongso yen wis diujo “. Karena menekuni profesi sebagai pengusaha/pebisnis. Diartikan positif.

Memahami dan disadari betul bahwa dalam berbisnis harus bisa berjalan paralel memenuhi 2 asas yaitu ;

  1. Asas pertama untuk menambah laba agar ada untuk gajian, operasional, modal maupun investasi pengembangan bisnisnya.
  2. Azas kedua untuk menambah nilai manfaatnya hidup bagi orang lain dan alam semesta. Perwujudan kecintaan kepada pencipta Nya.

Jika satu asas saja yang jalan niscaya ” tidak bermakna ” jadi sesal lekat sepanjang hayat, sadarnya di ujung hayatnya kelak saat detik ajal menjemputnya.

Salam 🇮🇩
Wayan Supadno
Pak Tani
HP 081586580630

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *